Waspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus yang ditularkan melalui tikus dan lingkungan terkontaminasi.

Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus yang ditularkan melalui tikus dan lingkungan terkontaminasi.

Jakarta, Targetlink.id – Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus setelah tercatat 23 kasus di Indonesia sejak 2024 hingga 2026. Meski demikian, pemerintah menegaskan jenis virus yang di temukan di Indonesia berbeda dengan virus yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Kemenkes menyebut seluruh kasus di Indonesia berasal dari jenis Seoul virus yang penularannya berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Hingga kini, belum di temukan penularan antar manusia di Indonesia.

Selain itu, Kemenkes mencatat dari 23 kasus tersebut, sebanyak 20 pasien di nyatakan sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia. Namun, tingginya angka kematian di sebut juga di pengaruhi penyakit penyerta atau ko-infeksi pada pasien.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kemenkes, hantavirus dapat menular melalui kontak dengan urine, air liur, feses tikus, hingga debu yang terkontaminasi virus. Oleh karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus liar.

Baca Juga :  Tujuh Kebisaan Yang Bisa Membuat Daya Ingat Melemah

 

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala hantavirus umumnya mirip flu pada tahap awal. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

. Demam tinggi

. Nyeri otot

. Sakit kepala

. Mual dan muntah

. Sesak napas

. Tubuh lemas

. Gangguan ginjal pada kasus tertentu

Kemenkes mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut, terutama setelah terpapar lingkungan yang banyak tikus.

 

Kelompok yang Paling Berisiko

Selain itu, sejumlah profesi disebut memiliki risiko lebih tinggi terkena hantavirus karena sering berhubungan dengan lingkungan kotor atau area yang berpotensi terkontaminasi tikus.
Kelompok tersebut di antaranya:

. Petugas kebersihan

. Petani

. Pekerja konstruksi

. Pengendali hama

. Pembersih saluran air

Baca Juga :  Manfaat Buah Melon untuk Kesehatan: Segar, Manis, dan Kaya Nutrisi

. Pekerja laboratorium

 

Baca JugaTeja Paku Alam Cetak Rekor Fantastis di Persib Bandung, Dominasi Liga Indonesia Berlanjut

 

Karena itu, penggunaan alat pelindung diri saat bekerja sangat di anjurkan untuk mengurangi risiko paparan virus.

 

Kemenkes Minta Warga Lakukan Pencegahan Ini

Untuk mencegah penyebaran hantavirus, Kemenkes meminta masyarakat melakukan beberapa langkah sederhana berikut:

. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

. Menutup makanan agar tidak terkontaminasi tikus.

. Membersihkan area lembap dan gudang secara rutin.

. Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang banyak tikus.

. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau bangkainya.

Sementara itu, pemerintah memastikan pemantauan kasus terus di lakukan guna mencegah penyebaran lebih luas di Indonesia. (Lya)

Baca JugaMutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Editor : Liya

Berita Terkait

Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh
Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Visual Premium dan Gaming 144Hz
ISA Sebut Pemecatan Ketua PK Golkar Sungai Penuh Inkonstitusional, Peringatkan Ancaman Dualisme Partai
Siskeudes Lumpuh Sepekan di Sungai Penuh, Seluruh Kantor Desa Terganggu, Kerinci Justru Normal
BMKG Ungkap Hujan Deras Masih Mengguyur Indonesia, Ini Prediksi Sampai Kapan
Resmi Harga LPG 5 Mei 2026: 3 Kg Tak Bergerak, 5,5 Kg & 12 Kg Naik di Banyak Daerah
Beli Dolar AS Dibatasi US$25.000, Ini 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:33 WIB

Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:09 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:09 WIB

Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:54 WIB

Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Visual Premium dan Gaming 144Hz

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:30 WIB

ISA Sebut Pemecatan Ketua PK Golkar Sungai Penuh Inkonstitusional, Peringatkan Ancaman Dualisme Partai

Berita Terbaru