Targetlink.id – Hujan deras masih akan mengguyur berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi cuaca basah ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Berdasarkan analisis terbaru, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di perkirakan masih berlangsung setidaknya hingga pertengahan Mei 2026. Bahkan, di sejumlah daerah, hujan dapat di sertai petir dan angin kencang.
Selain itu, kondisi atmosfer saat ini masih sangat mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, masyarakat di minta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hujan masih bertahan hingga pertengahan Mei
BMKG memprediksi periode 5–7 Mei 2026 akan di dominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. Pada fase ini, beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan sangat lebat dalam durasi singkat.
Selanjutnya, pada 8–11 Mei 2026, intensitas hujan di perkirakan sedikit menurun. Meski begitu, potensi hujan lebat tetap ada, terutama di wilayah yang memiliki kelembapan tinggi.
Dengan demikian, hujan deras di prediksi masih akan terjadi hingga pertengahan bulan ini.
Ini penyebab hujan masih tinggi di Indonesia
BMKG mengungkapkan beberapa faktor utama yang menyebabkan hujan masih sering turun di Indonesia.
Pertama, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia. Fenomena ini mampu meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan.
Selain itu, gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby juga turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Dampaknya, hujan menjadi lebih sering dan intensitasnya meningkat.
Di sisi lain, adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia ikut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat.
Indonesia masih dalam masa pancaroba
Meski sebagian wilayah sudah mulai memasuki musim kemarau, kondisi cuaca saat ini masih di pengaruhi masa peralihan atau pancaroba.
Pada fase ini, cuaca cenderung tidak stabil. Siang hari bisa terasa panas, namun sore hingga malam hari berpotensi turun hujan lebat.
Karena itu, hujan yang terjadi di masa pancaroba sering kali bersifat tiba-tiba dan di sertai cuaca ekstrem seperti angin kencang dan kilat.
Wilayah yang berpotensi terdampak
BMKG mencatat sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, antara lain:
. Sumatera, termasuk Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan
. Pulau Jawa, seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur
. Kalimantan dan Sulawesi
. Maluku dan Papua
Namun demikian, potensi hujan tetap bisa meluas ke wilayah lain tergantung dinamika atmosfer.
Baca Juga: Beli Dolar AS Dibatasi US$25.000, Ini 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah
Waspada banjir dan longsor
Seiring masih tingginya curah hujan, masyarakat di imbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Banjir, tanah longsor, hingga genangan air berpotensi terjadi, terutama di daerah rawan dan wilayah dengan drainase buruk.
Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di area berisiko saat hujan lebat terjadi.(Lya)
Baca Juga: Wako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Perkuat Pengembangan UMKM Daerah
Editor : Liya









