BMKG Ungkap Hujan Deras Masih Mengguyur Indonesia, Ini Prediksi Sampai Kapan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memprediksi hujan deras masih terjadi di Indonesia hingga pertengahan Mei 2026 akibat pengaruh dinamika atmosfer.

BMKG memprediksi hujan deras masih terjadi di Indonesia hingga pertengahan Mei 2026 akibat pengaruh dinamika atmosfer.

Targetlink.id – Hujan deras masih akan mengguyur berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi cuaca basah ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Berdasarkan analisis terbaru, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di perkirakan masih berlangsung setidaknya hingga pertengahan Mei 2026. Bahkan, di sejumlah daerah, hujan dapat di sertai petir dan angin kencang.

Selain itu, kondisi atmosfer saat ini masih sangat mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, masyarakat di minta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hujan masih bertahan hingga pertengahan Mei

BMKG memprediksi periode 5–7 Mei 2026 akan di dominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. Pada fase ini, beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan sangat lebat dalam durasi singkat.

Selanjutnya, pada 8–11 Mei 2026, intensitas hujan di perkirakan sedikit menurun. Meski begitu, potensi hujan lebat tetap ada, terutama di wilayah yang memiliki kelembapan tinggi.

Baca Juga :  DVI Identifikasi 57 Korban Longsor Bandung Barat, Enam Orang Masih Hilang

Dengan demikian, hujan deras di prediksi masih akan terjadi hingga pertengahan bulan ini.

 

Ini penyebab hujan masih tinggi di Indonesia

BMKG mengungkapkan beberapa faktor utama yang menyebabkan hujan masih sering turun di Indonesia.

Pertama, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di wilayah Indonesia. Fenomena ini mampu meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan.

Selain itu, gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby juga turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Dampaknya, hujan menjadi lebih sering dan intensitasnya meningkat.

Di sisi lain, adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia ikut memperbesar peluang terjadinya hujan lebat.

 

Indonesia masih dalam masa pancaroba

Meski sebagian wilayah sudah mulai memasuki musim kemarau, kondisi cuaca saat ini masih di pengaruhi masa peralihan atau pancaroba.

Pada fase ini, cuaca cenderung tidak stabil. Siang hari bisa terasa panas, namun sore hingga malam hari berpotensi turun hujan lebat.

Karena itu, hujan yang terjadi di masa pancaroba sering kali bersifat tiba-tiba dan di sertai cuaca ekstrem seperti angin kencang dan kilat.

Baca Juga :  Gempa M5,7 Guncang Lebong Bengkulu 7 Maret 2026, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

 

Wilayah yang berpotensi terdampak

BMKG mencatat sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, antara lain:

. Sumatera, termasuk Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan

. Pulau Jawa, seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur

. Kalimantan dan Sulawesi

. Maluku dan Papua

Namun demikian, potensi hujan tetap bisa meluas ke wilayah lain tergantung dinamika atmosfer.

 

Baca JugaBeli Dolar AS Dibatasi US$25.000, Ini 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah

Waspada banjir dan longsor

Seiring masih tingginya curah hujan, masyarakat di imbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Banjir, tanah longsor, hingga genangan air berpotensi terjadi, terutama di daerah rawan dan wilayah dengan drainase buruk.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di area berisiko saat hujan lebat terjadi.(Lya)

 

Baca JugaWako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Perkuat Pengembangan UMKM Daerah

Editor : Liya

Berita Terkait

Resmi Harga LPG 5 Mei 2026: 3 Kg Tak Bergerak, 5,5 Kg & 12 Kg Naik di Banyak Daerah
Beli Dolar AS Dibatasi US$25.000, Ini 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah
Lulus S1 di Usia 18 Tahun, Kisah Inspiratif Pato Sayyaf Wisudawan Termuda Undip
BYD Atto 1 Tantang Jaecoo J5 EV, Duel SUV Listrik 2026 yang Bikin Konsumen Galau Pilih
Daftar Pemain Asing Draft Liga Voli Korea 2026/2027 Resmi Dirilis, Mantan Tandem Megawati Jadi Sorotan
EgyptAir Kedatangan Boeing 737 MAX Pertama, Siap Guncang Rute Internasional
Manfaat Buah Jambu Monyet untuk Kesehatan, Kaya Vitamin dan Punya Fakta Unik
PSIM Dipermalukan di Kandang! Persita Curi Kemenangan Dramatis Lewat Gol Cepat Andrejic
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:05 WIB

BMKG Ungkap Hujan Deras Masih Mengguyur Indonesia, Ini Prediksi Sampai Kapan

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:03 WIB

Resmi Harga LPG 5 Mei 2026: 3 Kg Tak Bergerak, 5,5 Kg & 12 Kg Naik di Banyak Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:12 WIB

Beli Dolar AS Dibatasi US$25.000, Ini 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:00 WIB

Lulus S1 di Usia 18 Tahun, Kisah Inspiratif Pato Sayyaf Wisudawan Termuda Undip

Senin, 4 Mei 2026 - 20:33 WIB

BYD Atto 1 Tantang Jaecoo J5 EV, Duel SUV Listrik 2026 yang Bikin Konsumen Galau Pilih

Berita Terbaru