Kerinci, Targetlink.id – 6 April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak peningkatan akses keuangan daerah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kabupaten Kerinci yang di gelar di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga jasa keuangan. Dengan demikian, akses layanan keuangan bagi masyarakat di harapkan semakin luas dan merata.
Rapat tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Murison, Sekda Zainal Efendi, serta pimpinan perbankan seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jambi, dan perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah Jambi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dorong Literasi dan Pembiayaan UMKM
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menegaskan bahwa TPKAD memiliki peran penting dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Oleh karena itu, program ini di arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui TPKAD, kita ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama TPKAD meliputi peningkatan literasi keuangan, perluasan inklusi keuangan, serta dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan adanya dukungan tersebut, pelaku usaha di harapkan mampu berkembang dan naik kelas.
Waspada Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
Di sisi lain, Kepala OJK, Yan Iswara Rosya juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum berinvestasi atau meminjam dana,” tegas Yani.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi. Jangan sampai informasi penting seperti PIN ATM atau PIN kartu kredit di salahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
OJK mencatat, hingga saat ini telah menutup sekitar 953 pinjaman online ilegal. Sementara itu, untuk pinjol legal, akses aplikasi hanya di izinkan pada kamera, mikrofon, dan lokasi pengguna.
Program Prioritas TPKAD 2026
Dalam rakor tersebut, sejumlah program strategis tahun 2026 juga di rumuskan. Di antaranya:
. Pengembangan ekonomi inklusif berbasis pertanian
. Peningkatan daya saing daerah
. Program kredit melawan rentenir
Program-program ini di harapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan praktik pinjaman berbunga tinggi.
Bank Jambi Siap Dukung
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhari, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung program TPKAD.
Saat ini, Bank Jambi telah memiliki 59 kantor cabang dengan layanan berbasis syariah. Selain itu, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp72 miliar. Penyaluran melalui agen Bank Jambi di Kerinci bahkan telah menembus Rp12 miliar.
Baca Juga: Bantuan 2,5 Ton Benih Padi Disalurkan di Sungai Penuh, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Di bidang sosial, Bank Jambi juga konsisten menyalurkan dana CSR. Selama 10 tahun terakhir, total CSR mencapai Rp4,05 miliar, dengan Rp349 juta disalurkan pada 2025.
“Kami akan terus mendukung program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Khairul.
Sinergi untuk Ekonomi Inklusif
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan, TPKAD Kabupaten Kerinci di harapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Sebagai hasilnya, praktik rentenir dan pinjol ilegal dapat di tekan, sementara pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.(Lya)
Baca Juga: Dampingi Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Tinjau PLTA Kerinci dan Tebar Benih Ikan di Batang Merao
Editor : Liya









