Targetlink.id – Harga LPG non-subsidi kembali mengalami lonjakan tajam pada April 2026. Kenaikan ini langsung memicu kekhawatiran, terutama terkait potensi peralihan konsumsi ke LPG subsidi 3 kg.
PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk LPG non-subsidi. Akibatnya, harga Bright Gas 12 kg kini menyentuh kisaran Rp228 ribu hingga Rp248 ribu per tabung di sejumlah wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selisih Harga Makin Lebar
Di sisi lain, harga LPG subsidi 3 kg masih berada di kisaran Rp19 ribu per tabung. Perbedaan harga yang sangat jauh ini membuat beban masyarakat semakin berat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga.
Karena itu, tidak sedikit konsumen mulai mempertimbangkan beralih ke LPG 3 kg. Padahal, gas bersubsidi tersebut hanya di peruntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Potensi Migrasi Kian Besar
Seiring kenaikan harga yang terus terjadi, potensi migrasi ke LPG subsidi di perkirakan semakin besar. Kondisi ini bisa memicu masalah baru dalam distribusi energi.
Selain itu, lonjakan permintaan LPG 3 kg berisiko membuat pasokan tidak tepat sasaran. Jika tidak di kendalikan, kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru bisa kesulitan mendapatkan gas subsidi.
Dampak ke Usaha Kecil
Kenaikan harga LPG non-subsidi juga berdampak langsung pada pelaku UMKM. Banyak usaha kuliner mulai tertekan karena biaya operasional meningkat.
Sebagai akibatnya, sebagian pelaku usaha mencari cara untuk menekan biaya, termasuk dengan beralih ke LPG subsidi. Namun, langkah ini berpotensi memperparah ketidakseimbangan distribusi.
Pemerintah Perlu Bertindak
Melihat kondisi tersebut, pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipasi. Salah satu langkah penting adalah memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi agar tetap tepat sasaran.
Baca Juga: Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Tradisi Leluhur Tetap Lestari dan Penuh Makna
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga perlu di tingkatkan. Tujuannya agar penggunaan LPG sesuai dengan peruntukannya dan tidak menimbulkan masalah baru.
Kenaikan harga LPG non-subsidi memang tidak terhindarkan akibat dinamika energi global. Meski demikian, dampaknya terhadap masyarakat harus segera diantisipasi.
Jika tidak, migrasi besar-besaran ke LPG 3 kg dapat memperburuk distribusi subsidi dan memicu ketimpangan baru.(Lya)
Baca Juga: Pajak Mobil & Motor Listrik Tak Lagi Gratis 2026, Ini Aturan Baru yang Bikin Kaget!
Editor : Liya









