Analisis BMKG soal Prediksi Hilal Penentu Lebaran Idul Fitri 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,TargetLink.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi hilal penentu awal Syawal 1446 H atau Lebaran Idul Fitri 2025. Konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025, tetapi posisi hilal masih di bawah ufuk.
“Untuk penentuan awal bulan Syawal 1446 H, konjungsi akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025 M, pukul 12.35.53 UT atau Sabtu, 29 Maret 2025 M, pukul 19.35.53 WIB atau Sabtu, 29 Maret 2025 M, pukul 20.35.53 WITA atau Sabtu, 29 Maret 2025 M, pukul 21.35.53 WIT,” papar BMKG seperti dikutip dari laporan prakiraan hilal penentu Syawal 1446 H yang diterbitkan 17 Maret 2025 itu.

Dalam laporan berjudul Informasi Prakiraan Hilal saat Matahari Terbenam Tanggal 29 dan 30 Maret 2025 Penentu Awal Bulan Syawal 1446 H itu, BMKG memaparkan tinggi hilal saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -3,29° di Merauke, Papua sampai -1,07° di Sabang, Aceh. Elongasi geosentris pada waktu itu berkisar antara 1,06° di Kebumen, Jawa Tengah sampai dengan 1,61° di Oksibil, Papua.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Tinjau Lokasi Kebakaran & Serahkan Bantuan

Kemudian pada 30 Maret 2025, tinggi hilal di Indonesia saat Matahari terbenam berkisar antara 7,96° di Merauke, Papua sampai 11,48° di Sabang, Aceh. Elongasi geosentris berkisar antara 13,02° di Merauke, Papua sampai 14,83° di Sabang, Aceh.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 29 Maret 2025 di sebagian wilayah Indonesia,” simpul BMKG.

Posisi hilal saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menjadi acuan pemerintah Indonesia untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kriteria ini mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°. Tinggi hilal saat Matahari terbenam baru memenuhi kriteria MABIMS pada 30 Maret 2025.

Baca Juga :  Presiden Dorong Sekolah Kedinasan Turun Tangan Bencana

Selain ketinggian hilal dan elongasi geosentris, BMKG juga memaparkan umur bulan, lag, fraksi illuminasi Bulan, dan prediksi objek astronomis yang berpotensi menghalangi pengamatan hilal pada 29 dan 30 Maret 2025.

Umur bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -2,22 jam di Oksibil, Papua sampai 0,84 jam di Sabang, Aceh. Kemudian pada 30 Maret 2025, umur bulan berkisar antara 21,77 jam di Merauke, Papua sampai 24,84 jam di Sabang, Aceh.

“Pada tanggal 29 dan 30 Maret 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10° dari bulan,” papar BMKG.(Tim)

Berita Terkait

Pensiunan PNS Dapat 2 Penghasilan Tambahan Selain Gaji Bulanan, Ini Syarat Penting dari Taspen
Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan! Adhisty Zara Tiba-Tiba Unggah Foto Pernikahan, Publik Langsung Heboh
Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Putusan MK soal IKN Ternyata Bukan Akhir, Ini Fakta Pentingnya
Satgas PKH Beri Pengakuan Mengejutkan di HUT ke-43 BPKP, Ini Peran Besarnya untuk Negara
Reformasi Polri Menguat, Kompolnas Diusulkan Punya Kuasa Eksekusi dan Investigasi
Apakah Benar BPJS Kesehatan Mengalami Kenaikan? Ini Penjelasannya
Harga Sawit Tiba-Tiba Anjlok, Pemerintah Daerah Diminta Bergerak Sebelum Petani Makin Menjerit
Prabowo Siapkan Paket Stimulus Ekonomi, Ada Insentif Pajak untuk Vokasi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pensiunan PNS Dapat 2 Penghasilan Tambahan Selain Gaji Bulanan, Ini Syarat Penting dari Taspen

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan! Adhisty Zara Tiba-Tiba Unggah Foto Pernikahan, Publik Langsung Heboh

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:18 WIB

Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Putusan MK soal IKN Ternyata Bukan Akhir, Ini Fakta Pentingnya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:09 WIB

Satgas PKH Beri Pengakuan Mengejutkan di HUT ke-43 BPKP, Ini Peran Besarnya untuk Negara

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:10 WIB

Reformasi Polri Menguat, Kompolnas Diusulkan Punya Kuasa Eksekusi dan Investigasi

Berita Terbaru