TargetLink.id – Indonesia menjadi sorotan dunia setelah muncul laporan akan mengirim hingga 8.000 pasukan TNI ke Gaza. Pasukan itu akan bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk mengawal gencatan senjata di wilayah Palestina.
Media Israel seperti The Jerusalem Post menyebut Indonesia sebagai negara pertama yang siap berkontribusi dalam skema ISF. Pengerahan pasukan disebut akan di lakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian di Washington pada 19 Februari mendatang.
Laporan tersebut menegaskan pasukan TNI tidak akan berkonfrontasi langsung dengan Hamas. Tugas utama mereka adalah mengawasi gencatan senjata dan membantu pengamanan wilayah perbatasan Gaza. Jika di perlukan, mereka juga akan menangani persoalan teknis di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Prabowo Pimpin Pertemuan TNI-Polri di Istana, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Nasional
The Times of Israel melaporkan jumlah pasukan yang di siapkan berkisar 5.000 hingga 8.000 prajurit. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan persiapan awal sudah berjalan. Penempatan akan di fokuskan pada unit teknis dan medis.
Media internasional seperti BBC dan The Guardian menilai langkah ini sebagai momen bersejarah. Jika terealisasi, Indonesia akan menjadi pasukan asing pertama yang bertugas di Gaza sejak 1967. Pemerintah menegaskan misi ini bertujuan mendukung stabilitas dan mendorong solusi dua negara.(Jn)
Baca Juga: Asops Panglima TNI Terima Courtesy Call CJOPS Australia, Bahas Kerja Sama dan Keris Woomera 2026
Editor : Liya









