Batang Hari, Targetlink.id – Warga di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kelangkaan gas melon tersebut mulai di rasakan sejak awal tahun 2026 dan berdampak pada kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha kecil.
Seorang warga sekaligus pedagang UMKM, Yuni (48), mengatakan gas elpiji 3 kilogram kini tidak selalu tersedia di pangkalan. Ia mengaku harus berkeliling mencari tabung gas untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain sulit di peroleh, harga gas elpiji subsidi juga mulai mengalami kenaikan di tingkat pengecer. Masyarakat menyebut harga jual kerap melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama saat stok di pangkalan kosong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Apresiasi LDK MAN 1, Dorong Siswa Jadi Pemimpin Berkarakter
Kondisi ini di keluhkan masyarakat karena gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi warga kurang mampu dan pelaku UMKM. Kelangkaan di nilai dapat mengganggu aktivitas ekonomi kecil di daerah tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan distribusi gas elpiji subsidi. Langkah ini di nilai penting agar pasokan kembali stabil dan harga tetap sesuai ketentuan.(Lya)
Baca Juga: Menkeu Purbaya Rombak Jajaran Bea Cukai, Perketat Pengawasan Barang Selundupan
Editor : Liya









