Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TargetLink.id – Peristiwa penghalangan wartawan saat melakukan wawancara cegat (doorstop) dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Mapolda Jambi, Jumat (12/9/2025), menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seorang pejabat humas kepolisian, yang sejatinya berperan sebagai mitra pers, justru tampil menjadi penghalang bagi kerja-kerja jurnalistik?

Insiden ini tidak bisa dianggap sepele. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara jelas menjamin kemerdekaan pers dan melindungi wartawan dalam menjalankan tugas profesinya. Ketika seorang wartawan dihalangi, apalagi oleh lembaga yang seharusnya menghormati hukum, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kebebasan individu, melainkan marwah demokrasi.

Humas seharusnya menjadi pintu dialog, bukan tembok penghalang. Kehadirannya dibutuhkan untuk menjembatani kepolisian dengan publik, salah satunya melalui media massa. Jika humas justru bersikap represif terhadap jurnalis, maka fungsi komunikasi publik institusi itu akan runtuh dan kepercayaan masyarakat kian terkikis.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden di Jambi menunjukkan betapa pentingnya semua pihak memahami bahwa pers adalah pilar demokrasi. Wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial, dan kerja jurnalistik bukan ancaman, melainkan mitra strategis dalam membangun keterbukaan informasi. Tindakan menghalangi doorstop bukan hanya keliru secara etika, tetapi juga dapat dikategorikan melawan hukum.

Sementara Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba dalam percakapannya melalui telpon menegaskan bahwa PJS berdiri di garda depan membela kebebasan pers. Mahmud mendukung penuh langkah DPD PJS Jambi yang meminta Kapolda memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Saya percaya, kepolisian sebagai institusi penegak hukum tidak boleh anti-kritik atau anti-keterbukaan. Justru, dalam era demokrasi, sinergi antara pers dan kepolisian menjadi kunci agar publik mendapatkan informasi yang benar, transparan, dan dapat dipercaya.

Aneh jika humas yang seharusnya menjaga komunikasi malah berubah menjadi aktor penghalang. Apakah ini sekadar salah prosedur atau ada motif lain? Jawaban itu hanya bisa diperoleh melalui klarifikasi resmi dari Kapolda Jambi. Yang jelas, pers tidak boleh dibungkam, apalagi dihalangi dengan cara-cara yang mencederai hukum dan demokrasi.

Baca Juga :  Dua Pimpinan Kejaksaan Jambi Raih Promosi Jabatan Strategis

Editor : Liya

Sumber Berita : Wahyu Jati Syawaludin, (Ketua DPD PJS JAMBI)

Berita Terkait

Pererat Sinergi dengan Media, Polda Jambi Rayakan HPN 2026 Penuh Keakraban
Polda Jambi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi untuk PETI
Kawanan Pencuri Gasak Uang dan Rokok di Alfamart Citra Raya Jambi
Kapolda Jambi Ajak Jajaran Jaga Fasilitas Umum Lewat Korve Massal
Walikota Sungai Penuh Bersama Kadis PUPR Jemput Dukungan Pusat untuk Percepatan Infrastruktur
Rapat Kapolda Jambi Bersama Pemprov Bahas Karya Bakti Sosial, Taman Eks MTQ Jadi Prioritas
Polda Jambi Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan di Pasar Angso Duo
Ditlantas Polda Jambi Gandeng Ojol, Perkuat Keselamatan Jalan Lewat Operasi Keselamatan 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 20:56 WIB

Polda Jambi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan Solar Subsidi untuk PETI

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:31 WIB

Kawanan Pencuri Gasak Uang dan Rokok di Alfamart Citra Raya Jambi

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Jambi Ajak Jajaran Jaga Fasilitas Umum Lewat Korve Massal

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:38 WIB

Walikota Sungai Penuh Bersama Kadis PUPR Jemput Dukungan Pusat untuk Percepatan Infrastruktur

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:35 WIB

Rapat Kapolda Jambi Bersama Pemprov Bahas Karya Bakti Sosial, Taman Eks MTQ Jadi Prioritas

Berita Terbaru