Ilmuan Tiongkok Temukan Hal Penting Di Planet Mars

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Targetlink.id- Ilmuan dari Tiongkok bersama mitra internasional berhasil membuktikan keberadaan inti dalam padat (solid inner core) di planet Mars.

Temuan penting ini memperkuat pemahaman mengenai struktur internal planet merah sekaligus memberikan wawasan baru tentang evolusi planet-planet berbatu di tata surya, termasuk Bumi.

Menurut laporan China Central Television, Kamis, hasil penelitian menunjukkan inti dalam Mars memiliki radius sekitar 600 kilometer.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu menandai lompatan besar dalam kajian ilmu antariksa.

Penelitian ini dipimpin dua profesor dari Universitas Sains dan Teknologi China (University of Science and Technology of China/USTC), yakni Sun Daoyuan dan Mao Zhu.

Mereka mengungkapkan bahwa inti dalam Mars kemungkinan besar tersusun atas paduan besi-nikel kristalin yang juga mengandung unsur-unsur ringan.

Rincian temuan ini dipublikasikan dalam artikel berjudul “Seismic Detection of a 600-km Solid Inner Core in Mars” di jurnal Nature.

Menyerupai Bumi

Mars sebagai salah satu planet terrestrial yang paling menyerupai Bumi dalam hal kondisi geologi dan lingkungan, sejak lama menjadi fokus utama penelitian tentang struktur interior dan evolusinya.

Sun menekankan memahami inti dalam suatu planet memerlukan waktu dan kemajuan teknologi.

Sebagai perbandingan, manusia baru pertama kali menyimpulkan keberadaan inti dalam Bumi pada tahun 1936 berdasarkan analisis gelombang seismik.

Baca Juga :  Klasemen Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Posisi Kedua Grup B, Peluang Lolos Masih Terbuka

Konfirmasi bahwa inti dalam Bumi benar-benar padat baru dapat dipastikan pada dekade 1980-an, hampir setengah abad kemudian.

Data Seismik

Jika pada Bumi penelitian tersebut dapat dilakukan dengan relatif cepat karena banyaknya data seismik, maka situasi berbeda terjadi di Mars.

Peneliti menghadapi kesulitan besar karena baru pada 2018 tersedia data gempa Mars (marsquakes) dari instrumen seismometer yang dibawa oleh pendarat NASA InSight.

Sejak saat itu, lebih dari seribu peristiwa gempa Mars berhasil direkam. Namun, kualitas data masih penuh tantangan, sinyal seismik sangat lemah dan dipenuhi gangguan, sehingga menyulitkan analisis terhadap struktur bagian dalam planet.

Meski demikian, melalui proses dan analisis cermat terhadap data InSight, tim Sun dan Mao berhasil memisahkan fase-fase seismik kunci yang menembus inti Mars.

Perbedaan sifat gelombang ini mengindikasikan bahwa inti planet memiliki struktur berlapis. Lapisan luar terdiri dari inti cair, sedangkan lapisan terdalam berupa inti padat yang membuat gelombang seismik merambat lebih cepat.

Inti Mars

Para peneliti kemudian memastikan bahwa inti dalam Mars memiliki jari-jari sekitar 600 kilometer, atau sekitar seperlima dari total radius planet.

Baca Juga :  BPOM Tarik Produk Susu Bayi S-26 Promil Gold

Menariknya, jika ukuran Mars dibesarkan hingga sebesar Bumi, perbandingan proporsi antara inti dalam dan inti luar Mars hampir sama dengan yang ada pada Bumi.

Analisis komposisi kimia juga memberikan temuan penting. Selain unsur utama berupa besi dan nikel, inti Mars diduga mengandung sejumlah besar unsur ringan, 12%-16% belerang, 6%-9%oksigen, serta hingga 3,8% karbon.

Kandungan unsur ringan yang cukup tinggi ini memberikan informasi baru mengenai sejarah magnetisme Mars. Pada masa awal pembentukannya, Mars memiliki aktivitas magnetik yang kuat, tetapi aktivitas tersebut kemudian meredup dan akhirnya menghilang, berbeda dengan Bumi yang masih memiliki medan magnet global hingga kini.

Penemuan ini menjadi kunci penting karena merupakan bukti pertama adanya inti dalam padat pada planet selain Bumi. Dengan demikian, riset ini menegaskan bahwa Mars mengalami diferensiasi inti dan mantel yang kompleks, serupa dengan Bumi.

Kesimpulan tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman tentang Mars, tetapi juga membuka perspektif perbandingan evolusi geologi antarplanet dalam kategori planet berbatu.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan kapasitas ilmuwan Tiongkok dalam riset lintas disiplin, menggabungkan geofisika, ilmu planet, dan analisis data seismic, serta menunjukkan pengaruh internasional Tiongkok dalam sains ruang angkasa.

Sumber Berita : MI

Berita Terkait

Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian AS, Presiden Venezuela Langsung Bereaksi Keras
Manchester United Tundukkan Liverpool 3-2 dalam Duel Sengit, Mainoo Jadi Pahlawan di Old Trafford
Rupiah Diprediksi Menguat, Sentimen Global Membaik dan Tekanan Pasokan Mereda
Crystal Palace Perkasa di Eropa! Libas Shakhtar, Rayo Vallecano Menang Tipis di Semifinal Conference League
Indonesia Tersingkir dari Thomas Cup 2026, Ini Catatan Penting untuk Perbaikan
30 Ribu Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Operasional Haji 2026 Pekan Pertama Berjalan Lancar
Link Live Streaming Fiorentina vs Sassuolo di Liga Italia Malam Ini, Duel Sengit Penentu Posisi Klasemen
Vincent Kompany Buat Kejutan! Dua Bintang Bayern Dicoret, Wonderkid Dapat Debut Starter
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:53 WIB

Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian AS, Presiden Venezuela Langsung Bereaksi Keras

Senin, 4 Mei 2026 - 14:50 WIB

Manchester United Tundukkan Liverpool 3-2 dalam Duel Sengit, Mainoo Jadi Pahlawan di Old Trafford

Senin, 4 Mei 2026 - 14:46 WIB

Rupiah Diprediksi Menguat, Sentimen Global Membaik dan Tekanan Pasokan Mereda

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:06 WIB

Crystal Palace Perkasa di Eropa! Libas Shakhtar, Rayo Vallecano Menang Tipis di Semifinal Conference League

Rabu, 29 April 2026 - 22:07 WIB

Indonesia Tersingkir dari Thomas Cup 2026, Ini Catatan Penting untuk Perbaikan

Berita Terbaru