Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian AS, Presiden Venezuela Langsung Bereaksi Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Targetlink.id – Wacana kontroversial kembali datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya kepada media AS, Trump mengaku serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Pernyataan itu pun langsung memicu perhatian dunia internasional dan memancing reaksi keras dari pemerintah Venezuela.

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan kepada negara mana pun, termasuk Amerika Serikat.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan rakyat Venezuela memiliki sejarah panjang perjuangan kemerdekaan sehingga mustahil menerima gagasan tersebut.
“Venezuela adalah negara merdeka dan berdaulat,” tegas Rodríguez seperti di kutip dari laporan media internasional.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk provokasi politik yang tidak menghormati hubungan antarnegara. Meski begitu, Venezuela memastikan tetap membuka jalur diplomasi dengan Washington demi menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan ekonomi.

Baca Juga :  Megawati Soekarnoputri Khusyuk Umrah, Berdoa untuk Kedamaian dan Persatuan Bangsa Menjelang Ramadhan

Pernyataan Trump sendiri langsung viral di media sosial. Banyak pihak menilai ucapan tersebut bukan sekadar candaan politik karena di sampaikan dalam konteks pembahasan geopolitik dan ekonomi kawasan Amerika Latin.

Di sisi lain, Venezuela memang menjadi salah satu negara yang terus menjadi perhatian Amerika Serikat. Negara penghasil minyak terbesar di dunia itu di ketahui memiliki cadangan minyak sangat besar yang selama ini menjadi incaran banyak negara maju.

Karena itu, hubungan AS dan Venezuela selalu dipenuhi ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga konflik diplomatik. Bahkan, situasi semakin panas setelah mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, terseret berbagai persoalan hukum internasional yang melibatkan otoritas Amerika Serikat.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai wacana menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS hampir mustahil terjadi. Selain terbentur hukum internasional, langkah tersebut juga di prediksi akan memicu penolakan besar dari rakyat Venezuela maupun negara-negara Amerika Latin lainnya.

Baca Juga :  Presiden RI Tiba Di Amerika Serikat Untuk Sidang PBB

Baca JugaPenantian Panjang Amirudin Akhirnya Terwujud, Jamaah Haji Asal Kerinci Ini Berangkat ke Tanah Suci Bersama Istri

 

Meski begitu, ucapan Trump kembali membuktikan bahwa isu Venezuela masih menjadi bagian penting dalam strategi politik luar negeri Amerika Serikat. Terlebih lagi, kawasan Amerika Latin kini tengah menjadi sorotan dunia terkait energi, ekonomi, dan pengaruh geopolitik global.

 

Fakta Penting

Donald Trump menyebut ingin mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian AS.

. Pemerintah Venezuela langsung menolak keras usulan tersebut.

. Venezuela menegaskan tetap mempertahankan kedaulatan negara.

. Hubungan AS dan Venezuela selama ini sering memanas.

. Cadangan minyak besar Venezuela menjadi sorotan geopolitik dunia.(Lya)

 

Baca JugaViral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya

Editor : Liya

Berita Terkait

Raul Fernandez Bikin Kejutan Besar di MotoGP Italia! Kalahkan Jorge Martin dan Raih Kemenangan Perdana Sprint Race
PSG Juara Liga Champions, Paris Berpesta Semalaman! Ribuan Fans Padati Jalanan
Son Heung-min Siap Tampil! Korea Selatan vs Trinidad & Tobago Jadi Ujian Penting Jelang Piala Dunia 2026
Liverpool Pecat Arne Slot? Sosok Pengganti Ini Justru Bikin Fans Makin Penasaran
Skotlandia vs Curacao: Laga Uji Coba yang Bisa Jadi Penentu Kepercayaan Diri Jelang Piala Dunia 2026
ONIC PH Bikin Team Falcons Tak Berkutik? Duel Panas MPL PH S17 Ini Jadi Sorotan Fans MLBB
Veda Ega Sempat Masuk 10 Besar, Tapi Kenapa Malah Finis P21 di FP2 Moto3 Italia 2026?
Drama Kursi Pelatih Timnas Italia: Conte vs Mancini, FIGC Siap Ambil Keputusan Besar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:40 WIB

Raul Fernandez Bikin Kejutan Besar di MotoGP Italia! Kalahkan Jorge Martin dan Raih Kemenangan Perdana Sprint Race

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:08 WIB

PSG Juara Liga Champions, Paris Berpesta Semalaman! Ribuan Fans Padati Jalanan

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:14 WIB

Son Heung-min Siap Tampil! Korea Selatan vs Trinidad & Tobago Jadi Ujian Penting Jelang Piala Dunia 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:33 WIB

Liverpool Pecat Arne Slot? Sosok Pengganti Ini Justru Bikin Fans Makin Penasaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:14 WIB

Skotlandia vs Curacao: Laga Uji Coba yang Bisa Jadi Penentu Kepercayaan Diri Jelang Piala Dunia 2026

Berita Terbaru