Targetlink.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di perkirakan akan melampaui target resmi 2026, kata Presiden dalam keterangan resmi kemarin. Proyeksi ini di umumkan pada 14 Februari 2026, menyoroti dorongan dari investasi besar, program pemerintah, dan stabilitas konsumsi domestik yang kuat. Fakta ini memberikan sinyal positif bagi sektor usaha dan masyarakat.
Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa investasi infrastruktur, ekspor, dan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Sektor usaha kecil menengah (UKM) juga mendapat keuntungan dari program pemerintah yang mempermudah akses pembiayaan dan pasar. Analis menilai, momentum ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi domestik.
Namun, terdapat tantangan global yang perlu di waspadai, seperti fluktuasi harga energi, inflasi, dan ketidakpastian pasar internasional. Meski begitu, sentimen investor tetap positif, dengan banyak investor menaruh perhatian pada proyek infrastruktur dan peluang usaha baru di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Prabowo Tinjau Dapur MBG Polri di Palmerah, Teknologi UV Sterilizer Jadi Sorotan
Masyarakat di sarankan memantau perkembangan ekonomi dan berita resmi agar bisa merencanakan keuangan pribadi atau investasi dengan tepat. Pengelolaan dana, tabungan, dan investasi jangka panjang menjadi strategi penting agar mendapat manfaat dari pertumbuhan ini.
Secara keseluruhan, proyeksi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat di 2026, dan peluang untuk meningkatkan lapangan kerja serta pendapatan masyarakat semakin terbuka. Namun, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi kunci agar pertumbuhan dapat di rasakan secara merata. (Lya)
Baca juga: Prabowo Murka Usai IHSG Anjlok, Pemerintah Perketat Pengawasan Pasar Modal
Editor : Liya









