Kerinci, Targetlink.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kerinci menjadi sorotan. Koalisi LSM Peduli Pendidikan Kabupaten Kerinci menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kerinci, Selasa (4/8/2026), mendesak pemerintah mengevaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jembatan Merah, Kecamatan Keliling Danau.
Aksi tersebut di picu insiden di SMP Negeri 2 Keliling Danau pada Kamis (30/7/2026), ketika sejumlah siswa mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan Program MBG yang diduga tidak layak konsumsi.
Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan pihak sekolah, ompreng MBG di terima sekitar pukul 10.00 WIB. Saat di buka, menu olahan daging berbentuk bulatan menyerupai bakso bercampur cabai diduga mengeluarkan aroma tidak sedap dan tampak berlendir. Beberapa siswa yang mengonsumsinya kemudian mengeluhkan mual hingga muntah.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah segera menghentikan pembagian makanan dan meminta seluruh ompreng MBG ditarik kembali oleh penyedia untuk menghindari kejadian serupa.
Kepala SPPG Jembatan Merah, Jaka Afrizal, membenarkan seluruh makanan di SMP Negeri 2 Keliling Danau telah di tarik setelah menerima laporan dari sekolah. Menurutnya, dugaan sementara penurunan kualitas makanan di pengaruhi lamanya proses distribusi karena sekolah tersebut menjadi tujuan terakhir pengiriman, ditambah kondisi cuaca yang cukup panas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menyoroti dugaan makanan yang tidak layak konsumsi, Koalisi LSM juga mempertanyakan pelaksanaan menu MBG yang di nilai belum sesuai ketentuan, termasuk pemberian susu yang di sebut jarang diterima siswa. Mereka meminta pemerintah mengevaluasi kepatuhan penyedia terhadap standar menu dan distribusi yang telah ditetapkan.
Di akhir aksi, perwakilan Koalisi LSM diterima berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang di wakili Asisten Pemerintahan bersama Satgas MBG, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Pemkab menyatakan akan menindaklanjuti berbagai temuan tersebut melalui monitoring dan evaluasi guna memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar.
Koordinator Lapangan Koalisi LSM Peduli Pendidikan Kabupaten Kerinci, Eka Triyuni, S.H., menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ke Badan Gizi Nasional (BGN) agar menjadi bahan evaluasi demi menjamin keamanan dan kesehatan peserta didik.(Lya)
Editor : Liya









