Kerinci, Targetlink.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bulak Sakti, Desa Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, terus mengembangkan usaha peternakan bebek sebagai program ketahanan pangan desa. Selain itu, program ini juga di harapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Peternakan bebek tersebut mulai di jalankan sejak tahun 2025. Hingga kini, usaha tersebut telah menghasilkan telur bebek yang di pasarkan kepada masyarakat. Namun, produksi yang di hasilkan masih belum mencapai target yang di harapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, pengelola BUMDes terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak. Salah satunya dengan menambah pakan dan meningkatkan perawatan bebek secara lebih intensif. Dengan langkah tersebut, produksi telur di harapkan dapat meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Desa Air Hangat, Husrizal, mengatakan bahwa peternakan bebek menjadi salah satu program unggulan desa dalam mendukung ketahanan pangan. Selain mendukung ketersediaan pangan, program tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Peternakan bebek ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan hasil produksi agar manfaatnya semakin di rasakan masyarakat,” ujar Husrizal.
Sementara itu, BUMDes Bulak Sakti juga telah menyiapkan rencana pengembangan usaha pada tahun 2026.
Salah satu langkah yang akan di lakukan adalah menambah bibit bebek super yang di datangkan dari luar daerah. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas produksi telur di harapkan semakin meningkat.
Pemasaran Telur Bebek Kemasyarakat

Saat ini, pemasaran telur bebek di lakukan secara langsung kepada masyarakat. Selain itu, promosi juga di lakukan melalui media sosial agar jangkauan pasar semakin luas. Telur bebek di jual dengan harga Rp60 ribu per krei yang berisi 30 butir.
“Bagi masyarakat yang ingin memesan telur bebek, dapat menghubungi nomor 085267858678,” tambahnya.
Meski demikian, usaha peternakan bebek masih menghadapi sejumlah tantangan. Harga telur di pasaran saat ini cenderung menurun. Di sisi lain, harga pakan ternak terus mengalami kenaikan.
Akibatnya, biaya produksi yang harus di keluarkan peternak menjadi semakin tinggi. Sementara itu, keuntungan yang di peroleh belum sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Menurut Husrizal, tantangan terbesar yang di hadapi peternak saat ini adalah kepastian pasar dengan harga yang stabil. Sebab, keberlangsungan usaha peternakan sangat bergantung pada keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual.
Selain menghadapi tantangan pasar, para peternak juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak. Dengan adanya dukungan tersebut, usaha peternakan bebek di yakini dapat berkembang lebih cepat.
Lebih lanjut, Husrizal optimistis peternakan bebek yang di kelola BUMDes Bulak Sakti akan terus berkembang. Bahkan, usaha tersebut di yakini mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi desa di masa depan.
Pemerintah Desa Air Hangat Komitment
Karena itu, Pemerintah Desa Air Hangat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor peternakan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, peternakan bebek di harapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.(Lya)
Editor : Liya









