Sungai Penuh, Targetlink – Polres Kerinci bersama Tim Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan kepala desa, camat, dan Bhabinkamtibmas se-Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan aparatur pemerintah dan unsur keamanan dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pencegahan penyebaran paham IRET harus di mulai dari tingkat paling bawah, yakni desa dan kelurahan. Menurutnya, kepala desa, camat, dan Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam mengenali gejala awal penyebaran paham tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aparatur Desa Didorong Tingkatkan Deteksi Dini
Dalam kesempatan itu, Kapolres menjelaskan bahwa sosialisasi yang di laksanakan Densus 88 tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Akan tetapi, kegiatan tersebut juga membekali peserta dengan pengetahuan terkait langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh kepala desa, camat, dan Bhabinkamtibmas memiliki pemahaman yang sama dalam mengenali tanda-tanda penyebaran paham IRET. Dengan demikian, mereka dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal sebelum berkembang di tengah masyarakat,” ujar AKBP Ramadhanil.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.
Waspadai Fenomena TCC yang Menyasar Anak dan Remaja
Tidak hanya membahas pencegahan IRET, sosialisasi tersebut juga menyoroti fenomena True Crime Community (TCC) yang belakangan menjadi perhatian aparat keamanan.
Menurut Kapolres, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuka peluang munculnya berbagai aktivitas negatif yang dapat menyasar anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, para peserta di minta meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua dan pelajar.

“Fenomena TCC saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menyasar anak di bawah umur. Oleh sebab itu, edukasi dan pengawasan dari keluarga, sekolah, serta lingkungan sekitar sangat di perlukan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital agar tidak terpengaruh oleh konten maupun aktivitas yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal.
Situasi Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Kondusif
Sementara itu, Kapolres memastikan kondisi keamanan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci hingga saat ini masih aman dan kondusif.
Meski demikian, Polres Kerinci bersama Densus 88 tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum.
“Alhamdulillah situasi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci saat ini cukup kondusif. Namun, kami tidak boleh lengah. Polri bersama Densus 88 akan terus melakukan monitoring, sosialisasi, dan penguatan kewaspadaan agar daerah ini tetap aman dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme,” tegasnya.
Masyarakat Diajak Aktif Melapor
Di akhir kegiatan, AKBP Ramadhanil mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat berwenang.
Menurutnya, keberhasilan mencegah penyebaran paham radikal tidak hanya bergantung pada aparat keamanan. Sebaliknya, upaya tersebut memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika ada indikasi yang mengarah pada penyebaran paham radikal atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat. Dengan kebersamaan dan kewaspadaan, kita dapat menjaga Kerinci dan Sungai Penuh tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya.(Lya)
Baca Juga: Wisuda XII IAIN Kerinci Kukuhkan 538 Lulusan, Siap Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing
Editor : Liya









