Viral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Garuda Indonesia rute Jeddah-Medan terpaksa berputar di wilayah udara India selama beberapa jam akibat aktivitas uji coba rudal.

Pesawat Garuda Indonesia rute Jeddah-Medan terpaksa berputar di wilayah udara India selama beberapa jam akibat aktivitas uji coba rudal.

Targetlink.id – Sebuah penerbangan milik Garuda Indonesia mendadak viral setelah pesawatnya di kabarkan berputar-putar cukup lama di wilayah udara India. Insiden tersebut langsung menjadi perhatian publik karena banyak penumpang mengira terjadi masalah pada penerbangan.

Penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor GA4208 itu di ketahui terbang dari Jeddah menuju Medan menggunakan pesawat Airbus A330-900neo. Awalnya, perjalanan berlangsung normal seperti biasa. Namun, situasi berubah saat pesawat memasuki wilayah udara India.

Pesawat kemudian tidak bisa langsung melanjutkan jalur penerbangan menuju Indonesia. Akibatnya, pilot terpaksa melakukan holding pattern atau pola putaran di udara selama sekitar 4,5 jam demi alasan keselamatan.

Setelah di telusuri, penyebab utama kondisi tersebut ternyata karena adanya aktivitas uji coba rudal yang di lakukan otoritas India. Aktivitas tersebut membuat beberapa jalur udara internasional mengalami pembatasan sementara.

Selain itu, penerbangan yang biasanya memakan waktu sekitar delapan jam akhirnya molor hingga lebih dari 12 jam. Kondisi itu sempat membuat sejumlah penumpang merasa cemas karena pesawat terus berputar cukup lama sebelum mendapat izin melanjutkan perjalanan.

 

Baca JugaBocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh

Meski demikian, pihak maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak kabin berada dalam kondisi aman. Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Kualanamu, Medan.

Baca Juga :  Komisi VI DPR RI Bela Pertamina Terkait Ethanol

Di sisi lain, insiden ini langsung ramai dibahas di media sosial. Banyak warganet mengaku baru mengetahui bahwa aktivitas militer seperti uji coba rudal dapat memengaruhi jalur penerbangan sipil internasional.

Dalam dunia penerbangan, holding pattern sendiri merupakan prosedur standar yang di lakukan pilot ketika jalur penerbangan belum di nyatakan aman. Langkah tersebut di nilai jauh lebih aman di banding memaksakan pesawat melintas di area berisiko.(Lya)

Baca JugaWaspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Editor : Liya

Berita Terkait

Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh
Waspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Visual Premium dan Gaming 144Hz
ISA Sebut Pemecatan Ketua PK Golkar Sungai Penuh Inkonstitusional, Peringatkan Ancaman Dualisme Partai
Siskeudes Lumpuh Sepekan di Sungai Penuh, Seluruh Kantor Desa Terganggu, Kerinci Justru Normal
BMKG Ungkap Hujan Deras Masih Mengguyur Indonesia, Ini Prediksi Sampai Kapan
Resmi Harga LPG 5 Mei 2026: 3 Kg Tak Bergerak, 5,5 Kg & 12 Kg Naik di Banyak Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:27 WIB

Viral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:33 WIB

Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:09 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:09 WIB

Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:30 WIB

ISA Sebut Pemecatan Ketua PK Golkar Sungai Penuh Inkonstitusional, Peringatkan Ancaman Dualisme Partai

Berita Terbaru