Wabah Campak Meningkat di Indonesia, Virus Ini Ternyata Sangat Mudah Menular

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruam merah pada kulit menjadi salah satu gejala utama penyakit campak yang sangat mudah menular.

Ruam merah pada kulit menjadi salah satu gejala utama penyakit campak yang sangat mudah menular.

Jakarta, Targetlink.id – Kasus campak kembali meningkat di Indonesia dan menjadi perhatian serius di sektor kesehatan. Pada Rabu, 4 Maret 2026, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa virus campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada orang yang belum memiliki kekebalan atau belum menerima vaksin.

Virus campak menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan bahkan bisa terjadi hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita. Para ahli menyebut hingga 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan berpotensi tertular jika terpapar virus ini.

Baca Juga :  PT Kerinci Merangin Hidro Tebar Manfaat Lewat Sunatan Massal Gratis, Puluhan Anak Ikut Program CSR Kesehatan

Gejala campak biasanya di awali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Beberapa hari kemudian muncul ruam merah di kulit yang biasanya di mulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Meski terlihat seperti penyakit biasa, campak bisa memicu komplikasi serius jika tidak segera di tangani.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan CSR Rp10 Juta

Dalam beberapa kasus, campak dapat menyebabkan radang paru-paru, infeksi telinga, hingga radang otak yang berbahaya. Anak-anak, balita, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi tersebut.

Baca Juga :  BNN Bongkar Pabrik Vape Narkoba Omzet Rp18 Miliar

Karena itu, tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak pada anak di lakukan secara lengkap. Vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko wabah yang lebih luas.(Lya)

Baca Juga: Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Layanan Kesehatan

Editor : Liya

Berita Terkait

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN
Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia
Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”
Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Geser Sejumlah Menteri: Ini Daftar Lengkapnya
Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:12 WIB

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2

Berita Terbaru