Yusril: Jika Ada Konflik, Batal Jadi Pengurus PPP

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Targetlink.id– Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah RI tidak akan mengesahkan pengurus baru Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jika belum ada kesepakatan internal atas konflik yang terjadi.

Muktamar PPP di Ancol beberapa waktu lalu melahirkan dua ketua umum terpilih, masing-masing Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto. Keduanya mengaku terpilih secara aklamasi dan mengklaim kepemimpinan yang sah sesuai AD/ART PPP.

Kedua kubu juga menyatakan akan mendaftarkan susunan pengurus baru pasca-muktamar setelah lebih dahulu menuangkan keputusan muktamar ke dalam akta notaris.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam mengesahkan pengurus partai politik, satu-satunya pertimbangan pemerintah adalah pertimbangan hukum”Senin 29/9/2025.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Amankan Stok BBM & LPG 2026 Lewat Kerja Sama Strategis Global

Yusril menegaskan pemerintah bersikap netral dan tidak memihak kubu mana pun dalam menyikapi dinamika internal yang terjadi di PPP.

Kata dia, pemerintah akan sangat hati-hati dalam mengesahkan susunan pengurus baru partai politik. Pemerintah wajib bersikap objektif dan tidak boleh memihak kepada salah satu kubu yang bertikai dalam dinamika internal partai mana pun.

“Pemerintah tidak boleh menggunakan pertimbangan politik dalam mengesahkan susunan pengurus partai politik mana pun,” imbuhnya.

Yusril mempersilakan kedua ketua umum PPP hasil muktamar untuk mendaftarkan susunan pengurusnya ke Kementerian Hukum dengan melampirkan dokumen-dokumen pendukung.

Baca Juga :  Kantor MUI Akan Berdiri di Bundaran HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

“Pemerintah wajib mengkaji dengan saksama permohonan tersebut untuk memastikan mana yang sesuai dengan norma hukum yang berlaku dan mana yang tidak,”ucap dia.

Lebih lanjut, Yusril menegaskan dalam negara demokrasi, partai politik memainkan peran penting sebagai pilar utama demokrasi.

Pemerintah ingin semua partai mandiri dan mampu menyelesaikan dinamika internalnya sendiri, baik melalui musyawarah, mahkamah partai, maupun forum pengadilan.

“Pemerintah tidak akan mengintervensi. Kalau bisa, kedua pihak jangan meminta pemerintah untuk menjadi penengah atau fasilitator konflik internal. Sebab, hal tersebut bisa saja ditafsirkan sebagai bentuk intervensi atau tekanan halus dari pemerintah,” pungkas Yusril.

Penulis : Liya

Editor : Pd

Sumber Berita : CNN Indonesia

Berita Terkait

Hasil Mengejutkan Primary AS 2026: Talarico Menang, Cornyn–Paxton Runoff, Cooper Siap Duel Sengit
PT Abadi Lestari (RLCO) Masuk Bisnis Perikanan, Targetkan Pasar Domestik dan Ekspor
Pertamina Patra Niaga Amankan Stok BBM & LPG 2026 Lewat Kerja Sama Strategis Global
Presiden Prabowo Luncurkan “Indonesia Incorporated” Perkuat Ekonomi Nasional
Selamat & Sukses Atas Terpilihnya Ketua APDESI Kota Sungai Penuh Periode 2024-2030
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:57 WIB

Hasil Mengejutkan Primary AS 2026: Talarico Menang, Cornyn–Paxton Runoff, Cooper Siap Duel Sengit

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:09 WIB

PT Abadi Lestari (RLCO) Masuk Bisnis Perikanan, Targetkan Pasar Domestik dan Ekspor

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:41 WIB

Pertamina Patra Niaga Amankan Stok BBM & LPG 2026 Lewat Kerja Sama Strategis Global

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:59 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan “Indonesia Incorporated” Perkuat Ekonomi Nasional

Senin, 29 September 2025 - 22:19 WIB

Yusril: Jika Ada Konflik, Batal Jadi Pengurus PPP

Berita Terbaru