Yogyakarta, Targetlink.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, akhirnya buka suara terkait polemik kegiatan ibadah Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul. Sultan menegaskan bahwa masyarakat harus menjaga toleransi dan menghormati perbedaan yang ada.
Menurut Sultan HB X, Indonesia sejak awal di bangun di atas keberagaman. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang merasa paling benar sendiri dalam menyikapi perbedaan keyakinan maupun pandangan di tengah masyarakat.
“Perbedaan itu di ciptakan Tuhan. Jadi tidak ada yang paling benar sendiri,” ujar Sultan menanggapi polemik yang terjadi di Bantul.
Pernyataan tersebut muncul setelah kegiatan ibadah jemaat GMS di wilayah Panggungharjo, Sewon, Bantul, mendapat penolakan dari sejumlah warga. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Baca Juga: Mulai Hari Ini! Korea Selatan Bebas Visa untuk Turis Indonesia, Liburan ke Seoul Kini Makin Mudah
Selain itu, Sultan meminta seluruh pihak menahan diri agar situasi tetap kondusif. Ia juga berharap persoalan tersebut bisa di selesaikan melalui dialog dan musyawarah tanpa memicu konflik berkepanjangan.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah turun tangan melakukan mediasi antara warga dan pihak gereja. Polisi memastikan kondisi di lokasi saat ini aman dan terkendali.
Kasus polemik ibadah di Bantul tersebut kembali memunculkan perhatian soal pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama. Banyak pihak berharap Yogyakarta tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan.(Lya)
Baca Juga: Momentum Idul Adha, Diskominfosta Sungai Penuh Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Kebersamaan
Editor : Liya










