Jakarta, Targetlink.id – Kematian mendadak saat tidur bisa di sebabkan oleh kondisi medis tertentu, salah satunya Sindrom Brugada. Penyakit ini merupakan gangguan irama jantung langka yang dapat memicu henti jantung secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya.
Sindrom Brugada termasuk aritmia berbahaya yang menyebabkan detak jantung tidak teratur. Gangguan ini bermula dari bilik bawah jantung dan membuat aliran darah ke tubuh terganggu. Kondisi tersebut dapat berujung pada pingsan hingga kematian mendadak.
Diagnosis Sindrom Brugada di lakukan melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Selain itu, dokter dapat menggunakan tes Holter untuk memantau irama jantung selama 24 hingga 48 jam, serta pemeriksaan darah atau air liur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Khasiat Buah Manggis untuk Kesehatan Tubuh
Penyebab sindrom ini berkaitan dengan gangguan saluran listrik pada sel jantung. Di kutip dari Mayo Clinic, pemicunya antara lain kelainan jantung yang sulit terdeteksi, ketidakseimbangan elektrolit, serta penggunaan obat tertentu atau zat terlarang.
Sebagian besar penderita tidak mengalami gejala. Namun, tanda yang bisa muncul meliputi pusing, pingsan, sesak napas di malam hari, jantung berdebar, hingga kejang. Pemeriksaan jantung rutin penting di lakukan, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga kematian mendadak.(Lya)
Baca Juga: Lima Manfaat Konsumsi Teh Sereh Bagi Kesehatan Tubuh
Editor : Liya









