TargetLink.id – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merilis data perhitungan hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026. Data tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam memprediksi kapan umat Islam di Indonesia merayakan Lebaran tahun depan.
Berdasarkan hasil hisab LF PBNU, posisi hilal pada akhir Ramadhan 1447 H menunjukkan kemungkinan awal Syawal dapat terjadi pada akhir Maret 2026. Namun kepastian tanggal Lebaran tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Metode rukyat atau pengamatan hilal merupakan cara yang di gunakan Nahdlatul Ulama dalam menentukan awal bulan Hijriah. Jika hilal terlihat pada tanggal 29 Ramadhan setelah matahari terbenam, maka keesokan harinya di tetapkan sebagai 1 Syawal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 13 Maret 2026 Turun Tajam, Momentum Beli bagi Investor?
Sebaliknya, apabila hilal tidak terlihat maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari atau dikenal dengan istilah istikmal. Karena itu, hasil rukyat dari berbagai daerah akan menjadi dasar penetapan hari raya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menggelar sidang isbat menjelang akhir Ramadan untuk menetapkan secara resmi tanggal Hari Raya Idul Fitri.
Keputusan tersebut di ambil setelah mempertimbangkan data hisab serta laporan rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. (Jn)
Baca Juga: Industri Torino Tumbuh Pesat, Tapi Produktivitas Masih Jadi PR Besar Ekonomi Italia
Editor : Joni









