Padang, Targetlink.id — Ombudsman Republik Indonesia mengungkap enam hambatan utama yang membuat pemulihan bencana di Sumatera Barat berjalan lambat. Temuan ini di sampaikan dalam konferensi pers Pengawasan Pelayanan Publik Sektor Kebencanaan di Padang, Jumat (12/12/2025).
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyebut hambatan terbesar adalah ketidaksinkronan data kebencanaan. Kondisi ini berdampak pada ketepatan penyaluran bantuan dan perencanaan pemulihan.
Hambatan lain meliputi keterbatasan akses darat, distribusi logistik yang belum optimal, serta lambatnya pemulihan layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan komunikasi.
Selain itu, koordinasi antari instansi di nilai belum maksimal. Dukungan pendidikan darurat dan pemulihan ekonomi warga terdampak juga masih belum terpenuhi secara menyeluruh.
“Ini persoalan yang harus segera di benahi agar penanganan bencana tepat sasaran dan pemulihan berjalan lebih cepat,” ujar Yeka.
Ombudsman meminta pemerintah pusat dan daerah mempercepat pemulihan layanan dasar, transportasi darat, serta memperkuat program pendidikan darurat dan padat karya bagi masyarakat terdampak bencana.(Lya)
Editor : Liya
Sumber Berita : Sumbarkita










