Kerinci,Targetlink.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, S.T., menghadirkan konsep pameran yang unik dan sarat nilai sejarah dalam Festival Budaya Kerinci (FBK) 2026. Melalui stan PUPR Kerinci yang menampilkan foto-foto lawas, buku klasik, hingga peralatan teknik zaman dahulu, Maya mengajak masyarakat mengenang perjalanan panjang pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kerinci.
Berbeda dari stan pameran pada umumnya yang menonjolkan produk unggulan atau hasil kerajinan, stan PUPR Kerinci justru menghadirkan suasana nostalgia melalui dokumentasi sejarah dan berbagai perlengkapan yang pernah di gunakan dalam pekerjaan konstruksi. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengetahui perkembangan pembangunan Kerinci dari masa ke masa.
Begitu memasuki stan, pengunjung langsung disambut deretan foto hitam putih yang merekam kondisi Kerinci pada zaman dahulu. Salah satu dokumentasi memperlihatkan jalan yang masih berupa pengerasan tanah dan bebatuan, menggambarkan keterbatasan akses transportasi sebelum pembangunan infrastruktur berkembang seperti sekarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Foto-foto tersebut menjadi saksi perjalanan panjang pembangunan daerah. Pada masa lalu, masyarakat harus menghadapi kondisi jalan yang belum memadai untuk menunjang mobilitas, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga hubungan sosial antardesa.
Selain dokumentasi jalan, stan PUPR juga menampilkan foto-foto tokoh Kerinci yang memiliki nilai historis. Kehadiran foto-foto tersebut mengajak pengunjung mengenang sosok dan perjalanan masa lalu sekaligus memahami bahwa pembangunan daerah merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan banyak generasi.
Melalui pameran ini, Maya Novefri Handayani ingin memperlihatkan bahwa kemajuan infrastruktur yang di nikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pemikiran, dan kerja keras para pendahulu.
Buku Klasik dan Peralatan Teknik, Saksi Perkembangan Zaman
Tidak hanya menghadirkan foto bersejarah, stan PUPR Kerinci juga memamerkan buku-buku lama yang dahulu menjadi sumber referensi dan pedoman dalam pekerjaan teknik serta konstruksi.
Di tengah kemajuan teknologi digital saat ini, ketika informasi dapat dengan mudah dicari melalui internet, koleksi buku klasik tersebut mengingatkan pengunjung pada masa ketika pengetahuan teknis di peroleh melalui literatur cetak, catatan, serta pengalaman langsung di lapangan.
Koleksi ini menjadi gambaran bagaimana ilmu pengetahuan dan metode kerja di bidang pekerjaan umum terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Daya tarik lainnya adalah alat pengayak pasir manual yang dahulu di gunakan untuk memisahkan material berdasarkan ukuran butiran. Peralatan sederhana tersebut memperlihatkan metode kerja yang pernah digunakan dalam proses persiapan material konstruksi sebelum teknologi pengujian berkembang semakin modern.
Stan PUPR juga menampilkan sejumlah peralatan laboratorium untuk pengujian material serta alat ukur yang menjadi bagian penting dalam pekerjaan teknik di lapangan. Berbagai perlengkapan tersebut memberikan pemahaman kepada pengunjung mengenai pentingnya ketelitian, pengukuran, dan pengendalian mutu dalam setiap tahapan pembangunan.
Maya Novefri: Pembangunan Hari Ini Berdiri di Atas Perjuangan Pendahulu
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, S.T., menegaskan bahwa kehadiran stan tersebut bukan sekadar untuk memamerkan benda-benda lama, melainkan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih mengenal sejarah pembangunan infrastruktur daerah.
“Melalui pameran di Festival Budaya Kerinci 2026 ini, PUPR ingin memperlihatkan bahwa pembangunan hari ini berdiri di atas fondasi perjuangan para pendahulu kita. Dahulu para insinyur kita belajar dari buku-buku panduan cetak dan menyaring material secara manual dengan alat pengayak pasir. Kini, seiring kemajuan teknologi, seluruh infrastruktur dan fasilitas publik yang kami kerjakan wajib menggunakan material yang telah lolos uji laboratorium secara ketat,” ujar Maya Novefri Handayani.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam proses pembangunan, mulai dari metode pengukuran, pemilihan material, hingga pengujian kualitas konstruksi.
Meski teknologi terus berkembang, menurutnya, prinsip ketelitian, kualitas, dan keamanan tetap menjadi hal utama dalam setiap pekerjaan pembangunan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan jalan dan bangunan di Kerinci tidak hanya indah dan mulus, tetapi juga kokoh serta bertahan lama untuk anak cucu kita,” tambahnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari upaya Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dari Jalan Pengerasan Menuju Infrastruktur Modern
Suasana nostalgia yang di hadirkan stan PUPR Kerinci perlahan membawa pengunjung melihat perubahan pembangunan Kerinci hingga saat ini. Jalan-jalan yang dahulu masih berupa pengerasan kini telah berkembang menjadi akses transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah, kawasan pertanian, permukiman, hingga destinasi wisata.
Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Melalui dokumentasi sejarah yang dipamerkan, pengunjung dapat membandingkan kondisi masa lalu dengan perkembangan yang telah dicapai saat ini. Hal tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan proses panjang, perencanaan matang, tenaga ahli, serta dukungan berbagai pihak.
Bagi generasi muda, stan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kemudahan akses jalan dan fasilitas publik yang di nikmati sekarang merupakan hasil perjalanan pembangunan yang patut dihargai.
Stan PUPR Warnai Festival Budaya Kerinci 2026
Kehadiran stan PUPR Kabupaten Kerinci memberikan warna berbeda dalam Festival Budaya Kerinci 2026 yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di kawasan Dermaga Danau Kerinci.
Jika sebagian stan menonjolkan kekayaan adat, kesenian, kerajinan, dan kuliner tradisional, PUPR Kerinci menghadirkan sisi lain dari perjalanan daerah melalui sejarah pembangunan dan perkembangan teknologi pekerjaan umum.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian sejarah tidak hanya berkaitan dengan adat istiadat dan kesenian, tetapi juga dapat di lakukan melalui dokumentasi perjalanan pembangunan, peralatan kerja, serta pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Wabup Murison Pimpin Goro Serentak, Pemkab Kerinci Siapkan Lokasi Festival Budaya Kerinci 2026
Di bawah kepemimpinan Maya Novefri Handayani, stan PUPR menjadi ruang edukasi yang mempertemukan sejarah, teknologi, dan pembangunan dalam satu pameran yang menarik.
Melalui partisipasi dalam Festival Budaya Kerinci 2026, Dinas PUPR Kabupaten Kerinci mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta terus mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kerinci.(Lya)
Baca Juga: Kadis Disperindag Kerinci Yoddizal Ali Dukung Festival Budaya 2026, Promosikan Produk Lokal Unggulan
Editor : Liya









