Kerusakan Hutan Jambi Capai 44.387 Hektare Akibat PETI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hutan Jambi, menyebabkan kerusakan hutan seluas ribuan hektare dan pencemaran Sungai Batanghari.

Alat berat digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hutan Jambi, menyebabkan kerusakan hutan seluas ribuan hektare dan pencemaran Sungai Batanghari.

Jambi, Targetlink.id  – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jambi telah merusak 44.387 hektare hutan, menurut data terbaru dari WALHI Jambi. Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyebut wilayah Sarolangun menjadi yang paling parah, dengan 14.900 hektare hutan terdampak. Selain itu, aktivitas PETI juga mencemari Sungai Batanghari dengan merkuri dan lumpur, yang berpotensi mengganggu ekosistem sungai.

Kerusakan ini tercatat hingga 2025 dan sebagian besar terjadi karena praktik gali cepat yang tidak ramah lingkungan. Limbah berbahaya mengalir hingga hilir sungai, mengancam warga yang bergantung pada air sungai untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian. Oscar menilai upaya pemerintah dan aparat hukum selama ini belum cukup efektif menekan aktivitas pertambangan ilegal.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Dukung Legalitas Sumur Minyak Rakyat

WALHI menekankan pentingnya pengawasan ketat dan koordinasi antara pemerintah, aparat hukum, serta masyarakat untuk menghentikan pertambangan ilegal. “Kerusakan di bagian hulu sungai berdampak langsung pada ekosistem hilir dan kualitas air. Penanganan PETI harus menjadi prioritas agar kerusakan tidak bertambah,” kata Oscar.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain kerusakan hutan, pencemaran merkuri dan lumpur juga berdampak pada flora, fauna, dan kesehatan masyarakat di sekitar sungai. WALHI mengingatkan bahwa jika tidak segera di lakukan mitigasi, kerusakan lingkungan bisa menjadi masalah jangka panjang bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal.

Baca Juga :  Walikota Sungai Penuh Bersama Kadis PUPR Jemput Dukungan Pusat untuk Percepatan Infrastruktur

Oscar juga menekankan perlunya pendidikan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam melaporkan aktivitas PETI. Dengan langkah preventif dan pengawasan lebih ketat, di harapkan hutan Jambi bisa pulih, air sungai kembali bersih, dan ekosistem terjaga untuk generasi mendatang.(Lya)

Editor : Liya

Berita Terkait

Kapolda Jambi Hadiri Halal Bihalal MUI, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Menuju Jambi Mantap
Polda Jambi Gelar Rakor Lintas Sektoral, Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Layanan Kesehatan
Kapolda Jambi Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis di Rakernis Bidpropam 2026
Wako Alfin Hadiri RUPS Bank Jambi 2026, Bahas Laba dan CSR Tahun Depan
Kapolda Jambi Pimpin Rapim 2026, Tegaskan Polri Dukung Pemerintah
Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Jambi Bangga Gunakan Produk UMKM Lokal, Dorong Ekonomi Daerah
Wakapolda Jambi dan Wakil Gubernur Pantau Stok & Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 21:16 WIB

Kapolda Jambi Hadiri Halal Bihalal MUI, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Menuju Jambi Mantap

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:54 WIB

Polda Jambi Gelar Rakor Lintas Sektoral, Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:22 WIB

Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Layanan Kesehatan

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:55 WIB

Kapolda Jambi Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis di Rakernis Bidpropam 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:10 WIB

Wako Alfin Hadiri RUPS Bank Jambi 2026, Bahas Laba dan CSR Tahun Depan

Berita Terbaru