Targetlink, – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi berulang yang memicu kekhawatiran masyarakat.
Bahkan, erupsi terbaru terjadi pada Jumat malam (24/4/2026) dengan luncuran awan panas mencapai 4,5 kilometer dari puncak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Erupsi Terjadi Berulang dalam Sepekan
Berdasarkan data pengamatan, aktivitas erupsi Gunung Semeru terjadi berkali-kali dalam sepekan terakhir. Tercatat, jumlah letusan mencapai puluhan kali dengan intensitas yang bervariasi.
Selain itu, kolom abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian hingga 700 meter di atas puncak dengan warna kelabu pekat mengarah ke barat.
Dengan demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam gunung masih cukup tinggi.
Status Siaga, Zona Bahaya Di perluas
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat di larang beraktivitas di sejumlah zona rawan, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di sisi lain, warga juga di minta menjauhi area sungai yang berhulu dari puncak karena berpotensi di lalui aliran lahar panas.
Potensi Bahaya Masih Tinggi
Meski tidak ada laporan korban jiwa terbaru, potensi bahaya masih tinggi. Hal ini di sebabkan oleh kemungkinan terjadinya:
. Awan panas guguran
. Aliran lava
. Lahar hujan saat curah hujan tinggi
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik 2026, Ini Bocoran Tarif Baru Kelas 1, 2, dan 3
Oleh sebab itu, masyarakat di minta tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas.
Imbauan Resmi untuk Warga
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar:
. Tidak mendekati radius 5 km dari kawah
. Menghindari aliran sungai dari puncak
. Menggunakan masker saat terjadi hujan abu
Sementara itu, warga di sekitar lereng gunung di minta terus memantau informasi resmi dari pemerintah.(Lya)
Editor : Liya









