Sempat Ditolak Pada Tahun 2022, Ini Alasan TPST Kembali ke RKE

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh, TargetLink.id – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai, cukup menyita perhatian publik. Apalagi, sejarah silam kawasan RKE mendapat penolakan keras oleh masyarakat sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Namun saat ini TPST rampung dibangun dan sudah beroperasi. Lantas apa alasan TPST di RKE dapat diterima oleh masyarakat setempat, dan bagaimana harapan masyarakat terhadap Psmerintah Kota Sungaipenuh dibawah kepemimpinan Walilota Alfin dan Wawako Azhar Hamzah?

Tokoh masyarakat sekaligus pemangku adat Kumun Debai, Junaldi, menjelaskan pandangannya. Menurut dia, dirinya termasuk orang yang paling getol menolak TPA di RKE pada 2022 dulu.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya akui, saya bersama masyarakat menolak RKE sebagai TPA 2022 dulu. Karena sistemnya merusak lingkungan, sampah dibuang dan ditimbun, bau tak sedap menyengat, belum lagi limbah yang mencemari lingkungan. Itu tidak dapat kita terima, hingga TPA berhasil ditutup,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, berbeda dengan kondisi saat ini. TPST yang dibangun di RKE sistemnya berbeda dengan TPA dulu. Sampah yang diangkut ke sana diolah, bukan dibuang. Pemilahan dan pegolahan sampah menyerap tenaga kerja masyarakat setempat.

“Sejak mulai perencanaan, pembangunan, hingga TPST dioperasikan, saya selalu ada di lokasi melihat secara langsung. Memang sangat berbeda sistemnya, itu yang menjadi alasan TPST dapat diterima di RKE,” ungkapnya.

Dia juga menaruh harapan kepada pemerintah, agar tetap menjaga komitmen dalam pengelolaan sampah di TPST tersebut, termasuk membangun fasilitas pendukung lainnya. Sehingga lingkungan tetap terjaga, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Pak Walikota Alfin itu putra dari Kumun Debai, kita yakin beliau sudah memikirkan dengan matang sebelum TPST dibangun di RKE, azas manfaatnya sudah dipertimbangkan, untuk Kota Sungaipenuh secara umum, dan khusus untuk Kumun Debai,” jelasnya.

Tokoh masyarakat sekaligus anggota BPD RKE, Kamarudin, juga menyampaikan hal yang sama. Dia menambahkan, jika pembangunan TPST di RKE dapat memberi dampak baik kepada masyarakat, tidak ada alasan untuk menolak.

“Apa yang mau ditolak, sistemnya sudah baik, sampahnya diolah dan bukan dibuang begitu saja, bahkan masyarakat juga dapat ikut bekerja,” ungkapnya.

Dia menghimbau agar masyarakat RKE khususnya dan masyarakat Kumun Debai secara umum, untuk mendukung program dari pemerintah tersebut.

“TPST bukan untuk ditolak, tapi harus didukung. Dan kita siap mengawal dan menjaga agar pengolahan sampah di TPST ini berjalan lancar,” tetangnya.

Selain pemangku adat dan tokoh masyarakat RKE, dukungan juga datang dari kalangan pemuda. Juanda Saputra, pemuda RKE yang juga ikut menolak TPA 2022 lalu. Dia mengatakan, TPST yang dibangun saat ini mampu membawa manfaat bagi masyarakat.

“Selama sistem dan prosesnya tidak berdampak terhadap lingkungan, tentu kita dukung sepenuhnya,” ungkapnya.

Menurut dia, sistem pengelolaan TPST juga terarah, bahkan truck pengangkut sampah juga diatur jadwalnya. Sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Apalagi hasil dari pengolahan sampah di TPST, bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menunjang ekonomi masyarakat, seperti pupuk kompos untuk pertanian, maggot untuk pakan budidaya ikan,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan pemuda lainnya, Julian Efendi. Dia menambahkan, dengan adanya TPST saat ini, masyarakat RKE dapat ikut bekerja. Selain itu, sistem pengolahan sampah juga sangat berbeda dengan TPA dulu.

“Jauh berbeda pengolahannya. Dulu cuma dibuang dan ditimbun, sekarang kita dapat melihat langsung sampah dipilah dan diolah. Ini harus kita dukung dan kita jaga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolda Lampung Raih Penghargaan Swasembada Pangan 2026

Editor : Liya

Sumber Berita : Tim Targetlink.Id

Berita Terkait

Jelang Idulfitri 1447 H, Salon Ely Sungai Penuh Kebanjiran Pelanggan, Omzet Meningkat Tajam
Yatim Fest di Masjid Syuhada Pelayang Raya, 32 Anak Terima Santunan dan Buka Puasa Bersama
Kepsek SMPN 8 Sungai Penuh Elna Hasmita Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sungai Penuh, Mulyadi, S.Pd Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Bank Jambi Beri Penjelasan Soal Gangguan Sistem, Nasabah Dihimbau Tetap Tenang
Wako Alfin Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Digitalisasi Layanan dan Peningkatan SDM
Trend Horizone Hadirkan Ambulans Gratis untuk Warga Sungai Penuh, Siap Bantu Kondisi Darurat
Jalan Longsor di KM 4 Puncak Sungai Penuh, Wawako Azhar Hamzah Turun Langsung Pantau Perbaikan
Berita ini 339 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:38 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Salon Ely Sungai Penuh Kebanjiran Pelanggan, Omzet Meningkat Tajam

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:18 WIB

Yatim Fest di Masjid Syuhada Pelayang Raya, 32 Anak Terima Santunan dan Buka Puasa Bersama

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:10 WIB

Kepsek SMPN 8 Sungai Penuh Elna Hasmita Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:16 WIB

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sungai Penuh, Mulyadi, S.Pd Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:49 WIB

Bank Jambi Beri Penjelasan Soal Gangguan Sistem, Nasabah Dihimbau Tetap Tenang

Berita Terbaru

Sejumlah pemain Arsenal mengalami cedera dan batal memperkuat timnas pada jeda internasional Maret 2026.

Internasional

Krisis Cedera Arsenal! Deretan Bintang The Gunners Batal Bela Timnas

Selasa, 24 Mar 2026 - 13:47 WIB