Deretan Pelapak Buku Yang Terlihat Usang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Targetlink.id– Susunan deretan buku di papan plang dengan berbagai tulisan di Jalan HB Alhabsyi Kwitang persimpangan seberang Pasar Senen, Jakarta Pusat.

“Sini, lihat dulu aja, nyari buku apa? Novel? Ini banyak yang baru-baru,” ujar salah satu penjual di pelapak trotoar itu.

Inilah area yang menjadi sisa sisa dari sentra buku legendaris Kwitang di kawasan Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Topik buku yang tersedia di sana juga sangat beragam dari mulai tentang politik, sastra, ekonomi, hingga buku anak-anak. Demikian pula dengan latar belakang pengunjung yakni dari mulai mahasiswa, dosen, bahkan hingga dari mancanegara.

Dia yang sudah berjualan buku sejak 1997 silam menceritakan kenangannya di masa jaya Kwitang, apalagi saat tahun ajaran baru.

Baca Juga :  Pengunjung Padati TMII, Atraksi Barongsai Imlek 2026 Jadi Magnet Wisata

“Tahun ’97 itu jayanya luar biasa memang, sampai kita enggak sempat makan siang. Karena begini, pertama, setiap tamat sekolah, setiap waktu sekolah Kelas 1, kelas 2 cari buku. Kelas 2, kelas 3 cari buku. Kemudian yang tamat mau masuk Perguruan tinggi setelah magang, pasti akan cari buku, akan kemari, biasanya membludak dari area Jabodetabek, makanya kami tetap bertahan,”tambahnya.

Sekalipun masih saja ada pencari buku yang datang ke Kwitang, dia mengatakan tingkat keramaiannya tak seperti dahulu.

“Itu zamannya. Kalau dampak, ya pasti ke kita seperti yang Mbak lihat sendiri lah, pembeli jarang tuh”

Baca Juga :  DJKA Cek Kesiapan LRT Jabodebek Jelang Ramadan dan Lebaran 2026

Salah satunya adalah Risa (21), seorang mahasiswi dari Depok yang mengaku sengaja untuk datang mencari buku bekas ke Kwitang.

“Iya, cari buku manajemen buat tugas. Tadinya ke Jatinegara, tapi enggak nemu, akhirnya kesini,” ujar Risa.

Perempuan tersebut mengaku tahu Kwitang sudah lama. Informasi tentang Kwitang itu pun dia dapatkan dari orangtua hingga dosen-dosennya.

“Menurut aku tetap penting ya, walaupun ada online sekarang tapi kan tetap butuh buku cetak. Kadang lebih gampangan baca buku cetak daripada yang online. Terus nggak perlu nunggu lama kalau beli di toko online ini dateng, beli, langsung di tangan,” jelasnya.

Sumber Berita : Cnn

Berita Terkait

Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni
Indonesia Menang 2-0, Ini Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru
Pertalite Naik Jadi Rp13.500 Mulai 26 September? Ini Klarifikasi Pertamina dan ESDM
Mutasi Kejaksaan September 2026, Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru di Jampidum
Indonesia Melesat ke Peringkat 16 Asian Games 2026 Usai Raih Emas Pertama dari Bulu Tangkis
Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu, Pemerintah Siapkan Rp31,1 Triliun
Matchday 1 UEFA Nations League 2026/2027 Resmi Dimulai, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:49 WIB

Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi

Sabtu, 26 September 2026 - 15:06 WIB

Indonesia Menang 2-0, Ini Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru

Jumat, 25 September 2026 - 11:07 WIB

Pertalite Naik Jadi Rp13.500 Mulai 26 September? Ini Klarifikasi Pertamina dan ESDM

Jumat, 25 September 2026 - 10:40 WIB

Mutasi Kejaksaan September 2026, Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru di Jampidum

Kamis, 24 September 2026 - 21:15 WIB

Indonesia Melesat ke Peringkat 16 Asian Games 2026 Usai Raih Emas Pertama dari Bulu Tangkis

Berita Terbaru