Kerinci, Targetlink.id – SMAN 4 Kerinci turut memeriahkan Festival Budaya Kerinci 2026 dengan menampilkan beragam karya kreatif siswa dan guru melalui stand pameran bertema “Gelar Budaya Kerinci”. Mengangkat perpaduan budaya tradisional dan perkembangan teknologi, sekolah ini memperkenalkan batik buah tutung, kuliner tradisional, buku karya warga sekolah, serta berbagai produk inovatif berbasis kearifan lokal.
Kehadiran stand SMAN 4 Kerinci menjadi salah satu bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap pelestarian budaya daerah. Melalui kegiatan ini, para siswa di dorong untuk mengenal warisan budaya Kerinci sekaligus mengembangkan kreativitas sesuai perkembangan zaman.
Kepala Sekolah SMAN 4 Kerinci, Nelly Apriyanty, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Kerinci karena kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami keluarga besar SMAN 4 Kerinci sangat mendukung acara Festival Danau Kerinci. Kegiatan ini melestarikan budaya Kerinci sekaligus mengikuti kemajuan teknologi. Bagaimana kita mengajak anak-anak muda agar tidak melupakan latar budaya kita, sesuai dengan visi dan misi SMAN 4 Kerinci, yaitu melestarikan budaya Kerinci dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran,” ujar Nelly.
Menurutnya, pelestarian budaya perlu diterapkan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, bukan hanya melalui acara seremonial. Dengan demikian, siswa dapat mengenal tradisi daerah, memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta mengembangkan kreativitas melalui karya yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Sebelum mengikuti festival, SMAN 4 Kerinci juga telah melaksanakan kegiatan Gelar Karya. Kegiatan tersebut mendorong para siswa untuk mengenal berbagai kebudayaan yang ada di Kerinci dan menuangkan pemahaman mereka melalui hasil karya kreatif.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah batik buah tutung, yang mengangkat unsur lokal sebagai inspirasi dalam pengembangan kreativitas siswa. Karya tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperkenalkan kekayaan lokal melalui produk kreatif yang memiliki nilai budaya.
Nelly menjelaskan bahwa pihak sekolah terus mendorong siswa agar mampu menyeimbangkan kegiatan belajar dengan upaya menjaga tradisi daerah.
“Kami menggerakkan siswa-siswi untuk mengenal budaya-budaya yang ada di Kerinci. Belajar tetap menjadi hal utama, tetapi kita juga harus menjaga kearifan lokal. Jangan sampai generasi muda melupakan budaya daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Selain mengembangkan karya berbasis budaya, SMAN 4 Kerinci juga mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dengan kearifan lokal Kerinci dalam kegiatan pembelajaran.
Pendekatan ini menjadi upaya sekolah untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi secara kreatif sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga dapat menghasilkan karya yang berakar pada kekayaan budaya lokal.
Menurut Nelly, pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan kecerdasan artifisial dengan kearifan lokal Kerinci tersebut juga telah mendapat kesempatan untuk tampil hingga tingkat nasional.
Di area pameran, pengunjung juga dapat melihat berbagai karya dan potensi yang dikembangkan warga sekolah, mulai dari kuliner tradisional hingga buku hasil karya guru dan siswa. Beragam produk tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, inovasi, dan pelestarian budaya.
Partisipasi SMAN 4 Kerinci dalam Festival Budaya Kerinci 2026 diharapkan mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus membuka ruang bagi hasil karya siswa agar semakin dikenal masyarakat.
Melalui perpaduan tradisi dan teknologi, SMAN 4 Kerinci berupaya menanamkan pemahaman bahwa kemajuan zaman tidak harus membuat generasi muda meninggalkan identitas budayanya.
Dengan semangat tersebut, sekolah berharap kearifan lokal Kerinci dapat terus di wariskan, di kembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui pendidikan serta kreativitas generasi muda.(Lya)
Editor : Liya









