Solok, Tragetlink.id — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.
Bencana yang terjadi sekitar pukul 19.45–20.00 WIB tersebut datang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Gunung Talang sejak sore hingga malam hari. Derasnya aliran air membawa material berupa batu, pasir, lumpur hingga material longsoran dari kawasan perbukitan dan menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Kondisi kawasan perkantoran pada Senin malam tampak porak-poranda. Material lumpur, pasir dan batu masuk ke sejumlah gedung pemerintahan serta menutup bagian kompleks perkantoran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di laporkan mengalami dampak cukup parah. Di antaranya Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Selain itu, sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya seperti BKD, DPMN, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok juga terdampak.
Derasnya arus bahkan menyebabkan sejumlah peralatan kantor terbawa keluar dari ruangan. Pemerintah Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap kerusakan gedung, fasilitas pemerintahan serta aset yang terdampak.
Tidak hanya kawasan perkantoran, galodo juga berdampak terhadap permukiman warga di sekitar Arosuka. Data sementara menyebut sekitar 100 rumah terdampak material banjir bandang. Sejumlah warga dari kawasan perumahan yang terdampak juga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Empat Warga Terluka
Bencana tersebut juga menyebabkan korban luka. BPBD Kabupaten Solok mencatat sementara terdapat empat warga yang mengalami luka-luka. Tiga korban mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya di rujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain korban luka, laporan media lokal menyebut adanya seorang anak yang di laporkan hilang setelah bencana. Proses pencarian dan pendataan korban masih berlangsung sehingga informasi mengenai kondisi korban dapat berubah seiring perkembangan operasi di lapangan.
Jalan Solok-Padang Sempat Tertutup
Material galodo juga meluas hingga ke badan Jalan Raya Solok-Padang. Tumpukan lumpur, batu dan material longsoran sempat menyebabkan akses lalu lintas di kawasan Arosuka tidak dapat di lalui kendaraan. Petugas kemudian melakukan pengaturan dan pengalihan arus untuk mengantisipasi risiko terhadap pengguna jalan.
Sementara itu, sebuah jembatan penghubung di kawasan Arosuka juga di laporkan tertimbun material sehingga belum dapat di lalui. Masjid Kayu Aro turut terdampak material longsoran. Kondisi kerusakan secara keseluruhan masih dalam proses pendataan oleh BPBD dan tim gabungan.
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Pemerintah Kabupaten Solok bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait telah bergerak melakukan evakuasi warga, pembersihan material serta pendataan dampak bencana.
Pemerintah daerah juga menyiapkan posko pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau berada di kawasan yang masih berisiko. Masyarakat di wilayah rawan di minta tetap waspada karena hujan deras masih berpotensi memicu banjir bandang maupun longsor susulan.
Hingga Selasa (22/9/2026), proses penanganan dan pendataan masih berlangsung. Petugas masih membersihkan material yang menutupi sejumlah fasilitas publik dan kawasan permukiman.
Warga diminta tidak mendekati lokasi yang masih berbahaya dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kondisi terkini serta jumlah kerusakan maupun korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan yang dilakukan pemerintah daerah.(Red)
Baca Juga: Bikin Geger Warga! Air Kolam di Bogor Mendadak Berubah Merah, Polisi Langsung Cek Lokasi
Editor : Liya









