Gabungan Empat LSM Demo di Kantor BBTNKS, Soroti Ketidaktegasan Penanganan PETI di TNKS

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabungan empat LSM menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BBTNKS Kerinci, menuntut ketegasan dalam penanganan aktivitas PETI di kawasan TNKS.

Gabungan empat LSM menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BBTNKS Kerinci, menuntut ketegasan dalam penanganan aktivitas PETI di kawasan TNKS.

Kerinci, Targetlink.id – Gabungan empat lembaga swadaya masyarakat (LSM), yakni LSM Pedas (Peduli Alam Sakti), LSM Limbah, LSM Pakta, dan LSM Cakrawala, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Jumat (5/6/2026).

Aksi tersebut di lakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap masih maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang di duga berlangsung di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), khususnya di wilayah Penetai dan sejumlah lokasi lainnya.

Selain menyampaikan aspirasi, massa aksi juga menyoroti ketidaktegasan penanganan PETI yang di nilai masih belum mampu menghentikan aktivitas tambang ilegal di kawasan konservasi tersebut.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tiga Tuntutan Di sampaikan kepada BBTNKS

Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak BBTNKS.

Pertama, mereka meminta adanya transparansi dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan TNKS yang selama ini menjadi salah satu kawasan konservasi strategis nasional.

Kedua, mereka mendesak di lakukannya investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum BBTNKS yang di duga bekerja sama dengan pelaku PETI maupun pihak lain dalam menjalankan aktivitas pertambangan ilegal.

Ketiga, para aktivis meminta penindakan tegas terhadap seluruh aktivitas PETI yang di nilai telah merusak lingkungan, mencemari aliran sungai, serta mengancam kelestarian ekosistem hutan TNKS.

Ketua LSM Pedas, Efyarman, mengatakan bahwa aktivitas PETI di kawasan konservasi tidak boleh di biarkan berlangsung terus-menerus.

“TNKS merupakan kawasan yang harus di jaga bersama. Jika aktivitas tambang ilegal terus berlangsung, maka kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan berdampak pada generasi mendatang,” tegas Efyarman.

Selain itu, ia meminta BBTNKS, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk bersikap terbuka kepada masyarakat terkait langkah-langkah pengawasan dan penindakan yang telah di lakukan selama ini.

Baca Juga :  Meriahkan HUT TNI, Kodim 0417/Kerinci Gelar Fun Glove

 

Pertanyakan Efektivitas Operasi Penertiban

Setelah menyampaikan aspirasi, massa aksi kemudian melakukan audiensi dengan pihak BBTNKS yang di wakili oleh Kasi TNKS Wilayah I Kerinci, David, SH., M.Hum.

Dalam audiensi tersebut, gabungan empat LSM kembali mempertanyakan efektivitas sejumlah operasi penertiban yang telah di lakukan.

Menurut mereka, berbagai operasi yang di gelar selama ini belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam menghentikan aktivitas PETI secara menyeluruh.

Bahkan, mereka menilai operasi yang di lakukan kerap hanya menemukan tenda maupun peralatan yang telah di tinggalkan. Sementara itu, pelaku utama maupun alat berat tidak di temukan saat operasi berlangsung.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang di lakukan gabungan LSM, mereka mengaku menemukan sebanyak 72 unit alat berat yang tersebar di 11 titik lokasi penambangan yang di duga di gunakan untuk aktivitas PETI.

Sebagai bentuk dukungan atas temuan tersebut, mereka juga menunjukkan dokumentasi foto yang di klaim di ambil langsung dari lokasi aktivitas tambang ilegal.

Oleh karena itu, mereka mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum yang selama ini di lakukan di kawasan TNKS.

 

Minta Audit dan Investigasi Independen

Selain meminta keterbukaan informasi terkait operasi penertiban PETI, gabungan empat LSM juga mendesak agar setiap kegiatan penegakan hukum melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media massa, dan masyarakat sipil.

 

Menurut mereka, keterlibatan berbagai pihak penting di lakukan guna memastikan pengawasan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Tujuh Penambang Emas Ilegal Sijunjung Diringkus Polisi

Di sisi lain, mereka juga meminta adanya investigasi independen terhadap dugaan kebocoran informasi yang menyebabkan operasi penertiban tidak berjalan efektif.
“Jika memang ada oknum yang bermain atau membocorkan informasi kepada pelaku PETI, maka harus di usut secara transparan dan di berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Efyarman.

Tidak hanya itu, para pengunjuk rasa juga mendesak Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Inspektorat Jenderal untuk melakukan audit terhadap program, kegiatan, penggunaan anggaran, serta kinerja pengawasan kawasan TNKS di wilayah Kerinci.

Selanjutnya, mereka meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas aktor intelektual, pemodal, hingga pihak-pihak yang di duga memperoleh keuntungan dari aktivitas PETI tanpa pandang bulu.

 

Komitmen Mengawal Persoalan PETI

Selain mendesak penindakan terhadap pelaku PETI, massa aksi juga meminta Menteri Kehutanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Balai Besar TNKS.

 

Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Warga Saat Hadiri Doa Bersama di Mushalla Al Hidayah

Menurut mereka, evaluasi tersebut di perlukan guna memastikan perlindungan kawasan konservasi dapat berjalan secara efektif, profesional, dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, gabungan empat LSM menegaskan akan terus mengawal persoalan PETI hingga terdapat langkah konkret dari pihak terkait untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal di kawasan TNKS.

Mereka berharap kawasan TNKS sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia dapat terbebas dari aktivitas yang merusak lingkungan serta mengancam kelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.(Ly)

Baca Juga: Kunjungan Bupati Bungo Disambut Wako Alfin dan Bupati Monadi, Support Penerbangan Batik Air Muara Bungo – Jakarta

Editor : Liya

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Lingkungan, Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Pimpin Aksi Green Policing melalui Penanaman Pohon Produktif di Asrama Polres
Sekwan Jondri Ali Angkat Kuliner Tradisional Kopi Telur di Festival Budaya Kerinci 2026, Stan Sekretariat DPRD Raih Terbaik Pertama
Dinas Pendidikan Kerinci Tampil Kreatif di Festival Budaya 2026, Sukses Gelar Lomba Mewarnai dan Raih Juara II Stand Terbaik
Jamal Penta Apresiasi Kesuksesan Festival Budaya Kerinci 2026, Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kunci Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM
Yamaha CV Sinar Mas Kerinci Turut Meriahkan Festival Budaya Kerinci 2026, Hadirkan Beragam Pilihan Motor dengan DP Mulai Rp2,4 Juta dan Angsuran Rp20 Ribu per Hari
Angkat Kearifan Lokal ke Era Digital, SMAN 4 Kerinci Pamerkan Batik Buah Tutung dan Karya Kreatif Siswa di Festival Budaya Kerinci 2026
Bawa Tradisi Pengangkatan Anak Jantan Anak Betino, Kecamatan Air Hangat Timur Padukan Pelestarian Adat dan Promosi Budaya di Festival Kerinci 2026
Kadis Disperindag Kerinci Yoddizal Ali Dukung Festival Budaya 2026, Promosikan Produk Lokal Unggulan
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wujud Kepedulian Lingkungan, Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Pimpin Aksi Green Policing melalui Penanaman Pohon Produktif di Asrama Polres

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Sekwan Jondri Ali Angkat Kuliner Tradisional Kopi Telur di Festival Budaya Kerinci 2026, Stan Sekretariat DPRD Raih Terbaik Pertama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Dinas Pendidikan Kerinci Tampil Kreatif di Festival Budaya 2026, Sukses Gelar Lomba Mewarnai dan Raih Juara II Stand Terbaik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Jamal Penta Apresiasi Kesuksesan Festival Budaya Kerinci 2026, Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kunci Pelestarian Budaya dan Kebangkitan UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Yamaha CV Sinar Mas Kerinci Turut Meriahkan Festival Budaya Kerinci 2026, Hadirkan Beragam Pilihan Motor dengan DP Mulai Rp2,4 Juta dan Angsuran Rp20 Ribu per Hari

Berita Terbaru