Jakarta, Targetlink.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai prediksi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang di sebut bisa menyentuh Rp17.800 tidak masuk akal. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan terhadap rupiah.
Purbaya mengatakan pelemahan rupiah memang di pengaruhi berbagai faktor global, terutama kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed yang masih ketat. Namun, ia menegaskan situasi tersebut tidak serta-merta membuat rupiah akan tertekan hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS.
“Kalau sampai Rp17.800 saya rasa tidak masuk akal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi baik. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, hingga kondisi sektor perbankan yang di nilai masih stabil. Karena itu, ia optimistis rupiah tetap mampu bertahan di tengah gejolak pasar global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Purbaya menilai pemerintah dan otoritas keuangan juga memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas pasar saat terjadi tekanan ekonomi global. Langkah intervensi dan pengawasan di nilai cukup untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Baca Juga: Prabowo Tebar 1.098 Sapi Kurban Premium Senilai Rp100 Miliar untuk Iduladha 2026
Belakangan ini, pergerakan dolar AS memang terus menjadi perhatian pelaku pasar. Penguatan mata uang AS dipicu ketidakpastian ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.
Meski begitu, Purbaya meminta masyarakat tidak berlebihan menanggapi berbagai prediksi yang menyebut dolar AS bisa melonjak tajam. Ia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda di banding masa krisis sebelumnya.(Lya)
Baca Juga: Gempa M 5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa hingga Bali
Editor : Liya









