Purbaya Sebut Prediksi Dolar AS Tembus Rp17.800 Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi RI Dinilai Masih Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai prediksi dolar AS menyentuh Rp17.800 tidak sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai prediksi dolar AS menyentuh Rp17.800 tidak sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

Jakarta, Targetlink.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai prediksi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang di sebut bisa menyentuh Rp17.800 tidak masuk akal. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Purbaya mengatakan pelemahan rupiah memang di pengaruhi berbagai faktor global, terutama kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed yang masih ketat. Namun, ia menegaskan situasi tersebut tidak serta-merta membuat rupiah akan tertekan hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS.
“Kalau sampai Rp17.800 saya rasa tidak masuk akal,” ujarnya.

Baca Juga :  BMKG Waspadai Hujan Lebat di 6 Provinsi, Masyarakat Diminta Siaga

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi baik. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, hingga kondisi sektor perbankan yang di nilai masih stabil. Karena itu, ia optimistis rupiah tetap mampu bertahan di tengah gejolak pasar global.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Purbaya menilai pemerintah dan otoritas keuangan juga memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas pasar saat terjadi tekanan ekonomi global. Langkah intervensi dan pengawasan di nilai cukup untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.

 

Baca JugaPrabowo Tebar 1.098 Sapi Kurban Premium Senilai Rp100 Miliar untuk Iduladha 2026

Baca Juga :  Real Madrid Menang 2-0 di Mestalla, Terus Tempel Barcelona di Puncak Klasemen

Belakangan ini, pergerakan dolar AS memang terus menjadi perhatian pelaku pasar. Penguatan mata uang AS dipicu ketidakpastian ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Meski begitu, Purbaya meminta masyarakat tidak berlebihan menanggapi berbagai prediksi yang menyebut dolar AS bisa melonjak tajam. Ia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda di banding masa krisis sebelumnya.(Lya)

Baca JugaGempa M 5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa hingga Bali

Editor : Liya

Berita Terkait

Bahaya Makan Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha, Dokter Ungkap Risiko Asam Urat hingga Gangguan Ginjal
Harga Cabai Rawit Kembali Bikin Pedas Dompet Masyarakat, Tembus Rp75 Ribu per Kg Jelang Idul Adha
WhatsApp Kini Jadi Senjata Utama Bisnis di Indonesia, Telat Balas Chat Bisa Bikin Pelanggan Kabur
Kode Redeem FF 27 Mei 2026 Terbaru, Klaim Skin Senjata hingga Diamond Gratis Hari Ini
Gempa M 5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa hingga Bali
30 Link Twibbon Iduladha 2026 Trending, Gratis dan Cocok untuk Foto Profil Media Sosial
Prabowo Tebar 1.098 Sapi Kurban Premium Senilai Rp100 Miliar untuk Iduladha 2026
Kumpulan Doa dan Ucapan Hari Arafah 2026, Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:07 WIB

Bahaya Makan Jeroan Berlebihan Saat Idul Adha, Dokter Ungkap Risiko Asam Urat hingga Gangguan Ginjal

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:02 WIB

Harga Cabai Rawit Kembali Bikin Pedas Dompet Masyarakat, Tembus Rp75 Ribu per Kg Jelang Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:06 WIB

WhatsApp Kini Jadi Senjata Utama Bisnis di Indonesia, Telat Balas Chat Bisa Bikin Pelanggan Kabur

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:10 WIB

Kode Redeem FF 27 Mei 2026 Terbaru, Klaim Skin Senjata hingga Diamond Gratis Hari Ini

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:03 WIB

Purbaya Sebut Prediksi Dolar AS Tembus Rp17.800 Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi RI Dinilai Masih Kuat

Berita Terbaru