Targetlink.id – Wacana kontroversial kembali datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya kepada media AS, Trump mengaku serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Pernyataan itu pun langsung memicu perhatian dunia internasional dan memancing reaksi keras dari pemerintah Venezuela.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan kepada negara mana pun, termasuk Amerika Serikat.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan rakyat Venezuela memiliki sejarah panjang perjuangan kemerdekaan sehingga mustahil menerima gagasan tersebut.
“Venezuela adalah negara merdeka dan berdaulat,” tegas Rodríguez seperti di kutip dari laporan media internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk provokasi politik yang tidak menghormati hubungan antarnegara. Meski begitu, Venezuela memastikan tetap membuka jalur diplomasi dengan Washington demi menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan ekonomi.
Pernyataan Trump sendiri langsung viral di media sosial. Banyak pihak menilai ucapan tersebut bukan sekadar candaan politik karena di sampaikan dalam konteks pembahasan geopolitik dan ekonomi kawasan Amerika Latin.
Di sisi lain, Venezuela memang menjadi salah satu negara yang terus menjadi perhatian Amerika Serikat. Negara penghasil minyak terbesar di dunia itu di ketahui memiliki cadangan minyak sangat besar yang selama ini menjadi incaran banyak negara maju.
Karena itu, hubungan AS dan Venezuela selalu dipenuhi ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga konflik diplomatik. Bahkan, situasi semakin panas setelah mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, terseret berbagai persoalan hukum internasional yang melibatkan otoritas Amerika Serikat.
Namun demikian, sejumlah pengamat menilai wacana menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS hampir mustahil terjadi. Selain terbentur hukum internasional, langkah tersebut juga di prediksi akan memicu penolakan besar dari rakyat Venezuela maupun negara-negara Amerika Latin lainnya.
Meski begitu, ucapan Trump kembali membuktikan bahwa isu Venezuela masih menjadi bagian penting dalam strategi politik luar negeri Amerika Serikat. Terlebih lagi, kawasan Amerika Latin kini tengah menjadi sorotan dunia terkait energi, ekonomi, dan pengaruh geopolitik global.
Fakta Penting
Donald Trump menyebut ingin mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian AS.
. Pemerintah Venezuela langsung menolak keras usulan tersebut.
. Venezuela menegaskan tetap mempertahankan kedaulatan negara.
. Hubungan AS dan Venezuela selama ini sering memanas.
. Cadangan minyak besar Venezuela menjadi sorotan geopolitik dunia.(Lya)
Baca Juga: Viral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya
Editor : Liya









