Jakarta, Targetlink.id – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa kekuatan udara (air power) kini menjadi kunci pertahanan Indonesia. Fokus angkatan darat tidak lagi cukup menghadapi ancaman modern.
SBY menyebut doktrin pertahanan lama yang menekankan darat kurang relevan. Ancaman saat ini datang dari udara, siber, dan teknologi tinggi yang dapat melumpuhkan negara tanpa kontak fisik langsung.
Ia mencontohkan, serangan udara terhadap fasilitas vital seperti Jakarta, PT Pindad, dan PT PAL bisa berakibat fatal tanpa kekuatan udara memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Dubes Inggris Bawa “Diplomasi Sambal” di MasterChef Indonesia Pererat Hubungan Budaya
SBY juga menekankan pentingnya kesiapan teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan adaptif bagi seluruh matra TNI dalam menghadapi ancaman modern.
Ia mengajak pemerintah memperkuat pertahanan udara sebagai strategi utama menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika keamanan global yang cepat berubah.(Lya)
Baca Juga: Al Nassr vs Al Hazm 4-0: Ronaldo Menggila, Timnya Kembali ke Puncak Klasemen
Editor : Liya









