Budaya Cepat Lupa di Media Sosial, Isu Penting Mudah Tenggelam

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kepala manusia dipenuhi konten viral yang menggambarkan fenomena budaya cepat lupa akibat derasnya arus informasi di media sosial.

Ilustrasi kepala manusia dipenuhi konten viral yang menggambarkan fenomena budaya cepat lupa akibat derasnya arus informasi di media sosial.

Jakarta, Targetlink.id – Media sosial kini menjadi sumber utama informasi publik. Namun, derasnya arus konten membuat banyak peristiwa penting hanya bertahan singkat dalam perhatian masyarakat. Fenomena ini di kenal sebagai budaya cepat lupa, ketika isu serius cepat tergeser oleh tren hiburan baru.

Contohnya, kasus kekerasan di institusi pendidikan sempat viral di berbagai platform. Tagar dan video testimoni memenuhi linimasa. Namun, hanya dalam hitungan hari, isu tersebut hilang dari perbincangan publik dan di gantikan tren lain yang lebih ringan.

Baca Juga :  Hari Buku Nasional 2026: Minat Baca Anak Muda Jadi Tantangan di Tengah Gempuran Konten Digital

Pengamat budaya digital Universitas Indonesia, Dr. Aulia Herlambang, menilai banjir informasi membuat publik sulit mencerna isu secara mendalam. Selain itu, algoritma media sosial lebih mendorong konten emosional dan viral di bandingkan pembahasan yang substansial.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Sabet Prestasi Informasi Publik

Dampaknya, akuntabilitas sosial ikut melemah. Isu krusial sering tidak sempat menghasilkan solusi karena perhatian publik terlanjur berpindah. Bahkan, prestasi nasional dan capaian penting negara kerap hanya viral sesaat sebelum akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Siklon Tropis Bakung Picu Cuaca Ekstrem Indonesia

Psikolog Universitas Airlangga, dr. Intan Rukmana, menyebut kondisi ini sebagai kelelahan informasi. Karena itu, literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu menjaga fokus dan kontinuitas perhatian terhadap isu yang benar-benar berdampak jangka panjang.(Lya)

Baca Juga: Wabup Murison Terima Visitasi Monev Informasi Publik

Editor : Liya

Berita Terkait

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN
Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia
Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”
Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Geser Sejumlah Menteri: Ini Daftar Lengkapnya
Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:12 WIB

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2

Berita Terbaru