Cahaya Biru Padang Bukan Aurora, Ini Penjelasan BMKG

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena cahaya biru terlihat di langit Kota Padang pada Rabu (14/1/2026) malam yang sempat dikira aurora, namun BMKG memastikan cahaya tersebut merupakan pantulan lampu kota pada lapisan awan.

Fenomena cahaya biru terlihat di langit Kota Padang pada Rabu (14/1/2026) malam yang sempat dikira aurora, namun BMKG memastikan cahaya tersebut merupakan pantulan lampu kota pada lapisan awan.

Padang, Targetlink.id – Masyarakat Kota Padang di hebohkan dengan kemunculan cahaya biru di langit pada Rabu (14/1/2026) malam. Fenomena langit tersebut terekam kamera warga dan dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet menduga cahaya biru itu merupakan aurora, fenomena alam yang jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, menegaskan bahwa cahaya biru di langit Padang bukanlah Aurora Borealis maupun Aurora Australis. Ia memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas badai matahari atau gangguan geomagnetik bumi.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan CSR Rp10 Juta

Menurut Decky, penjelasan ilmiah paling masuk akal adalah refleksi cahaya lampu kota pada lapisan awan rendah. Fenomena ini di kenal dengan istilah light pollution atau light pillars. Cahaya buatan dari permukaan bumi dapat di pantulkan kembali oleh awan sehingga terlihat mencolok di langit malam.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca JugaKebakaran Bus Pariwisata di Tol Lampung, Semua Selamat

Ia menjelaskan, sumber cahaya tersebut bisa berasal dari lampu jalan, lampu sorot proyek, maupun lampu berintensitas tinggi lainnya. Ketika awan mengandung kristal es atau butiran air yang cukup padat, cahaya akan terpantul dan membentuk warna tertentu, termasuk biru. Fenomena serupa juga pernah terjadi di beberapa kota besar dunia, sebagaimana di jelaskan dalam berbagai publikasi meteorologi internasional.

Baca Juga :  Muscab II APDESI Sungai Penuh Dua Kandidat Bersaing Sehat

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengaitkan fenomena langit dengan kejadian luar biasa tanpa konfirmasi ilmiah. Informasi resmi seputar cuaca dan fenomena atmosfer dapat di akses melalui kanal resmi BMKG. (Lya)

Baca JugaHarga Emas Terus Menguat, Investor Kembali Berburu

Editor : Liya

Berita Terkait

Wako Alfin Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Digitalisasi Layanan dan Peningkatan SDM
Trend Horizone Hadirkan Ambulans Gratis untuk Warga Sungai Penuh, Siap Bantu Kondisi Darurat
Gerakan Indonesia ASRI di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Warga Kayu Aro Barat Budayakan Lingkungan Bersih
Dampingi Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Tinjau PLTA Kerinci dan Tebar Benih Ikan di Batang Merao
Safari Ramadan di Masjid Al Falah, Wako Alfin Dampingi Gubernur Al Haris Pererat Silaturahmi
Gubernur Al Haris dan Wali Kota Alfin Tebar Benih Ikan di Sungai Batang Merao, Jaga Kelestarian Perairan Sungai Penuh
Polda Jambi Gelar Rakor Lintas Sektoral, Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Safari Ramadan di Sungai Jernih, Wako Alfin dan Wawako Azhar Pererat Silaturahmi dengan Warga
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:56 WIB

Wako Alfin Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Digitalisasi Layanan dan Peningkatan SDM

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:21 WIB

Trend Horizone Hadirkan Ambulans Gratis untuk Warga Sungai Penuh, Siap Bantu Kondisi Darurat

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:21 WIB

Gerakan Indonesia ASRI di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Warga Kayu Aro Barat Budayakan Lingkungan Bersih

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:19 WIB

Dampingi Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Tinjau PLTA Kerinci dan Tebar Benih Ikan di Batang Merao

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:41 WIB

Safari Ramadan di Masjid Al Falah, Wako Alfin Dampingi Gubernur Al Haris Pererat Silaturahmi

Berita Terbaru