Targetlink.id – Saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI kompak melemah dan menyeret indeks saham ke zona merah. Tekanan jual muncul sejak awal perdagangan dan membuat investor melakukan aksi ambil untung. Kapitalisasi pasar bank jumbo pun terpangkas dalam waktu singkat.
Pelemahan terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), serta sejumlah bank besar lain. Sentimen global yang kurang kondusif memicu aksi jual investor asing. Kekhawatiran terhadap arah suku bunga dan pergerakan nilai tukar juga menekan sektor keuangan.
Pelaku pasar mencermati peluang suku bunga global bertahan tinggi lebih lama. Jika kondisi itu terjadi, biaya dana perbankan berpotensi naik. Risiko tersebut membuat investor lebih selektif dalam menempatkan dana di saham perbankan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: IHSG Di tutup Anjlok 4,57 Persen, Pasar Saham RI Di guncang Tekanan Besar
Meski begitu, analis menilai fundamental bank besar tetap kuat. Laba dan pertumbuhan kredit masih stabil. Namun, tekanan jangka pendek akibat sentimen eksternal membuat harga saham bergerak fluktuatif.
Investor disarankan memantau kebijakan bank sentral dan perkembangan pasar global. Strategi fokus pada saham berfundamental kuat dinilai lebih aman di tengah volatilitas tinggi. Pergerakan BBCA dan BBRI tetap menjadi perhatian karena bobotnya besar terhadap indeks.(Lya)
Baca Juga: Hasil Mengejutkan Primary AS 2026: Talarico Menang, Cornyn–Paxton Runoff, Cooper Siap Duel Sengit
Editor : Liya









