OJK Siapkan 8 Aksi Reformasi Pasar Modal demi Penuhi Standar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan rencana aksi reformasi pasar modal dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di BEI.

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan rencana aksi reformasi pasar modal dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di BEI.

Jakarta, Targetlink.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar serta memenuhi ekspektasi penyedia indeks saham global.

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat reformasi struktural pasar modal secara berkelanjutan. Upaya tersebut di harapkan membuat pasar modal Indonesia semakin kredibel dan menarik bagi investor.

Baca Juga :  BNN Raih OPSI Atas Inovasi Rehabilitasi Anak

Delapan rencana aksi tersebut di kelompokkan dalam empat klaster utama, yakni likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi. Pada klaster likuiditas, OJK menetapkan kebijakan baru free float dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik menjadi 15 persen sesuai standar global.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca JugaIndonesia Raja Nanas Dunia, Produksi Tertinggi Global

Dari sisi transparansi dan tata kelola, memperkuat keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), penguatan data kepemilikan saham, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal. OJK juga mendorong demutualisasi Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari penguatan tata kelola.

Baca Juga :  Keberhasilan Putri Kusuma Di Semi Final Kejuaraan Dunia

Sementara itu, OJK akan mempercepat pendalaman pasar secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, SRO, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.(Lya)

Baca JugaSekda Alpian Hadiri Peresmian Ninik Mamak Luhah Pemangku Rajo 2026–2028

Editor : Liya

Berita Terkait

Presiden Prabowo Silaturahmi Ormas Islam di Istana, Bahas Kampung Haji hingga Palestina
Prabowo Segera Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Program Gentengnisasi Nasional
DJKA Cek Kesiapan LRT Jabodebek Jelang Ramadan dan Lebaran 2026
Indonesia Raja Nanas Dunia, Produksi Tertinggi Global
Jadwal Bola Malam Ini 31 Januari–1 Februari 2026: Timnas Indonesia vs Irak Jadi Sorotan
Ketua OJK Mahendra Siregar Mengundurkan Diri Usai Gejolak IHSG Pasca Pengumuman MSCI
Panglima TNI Lantik 260 Perwira Karier Progsus 2026, Siap Hadapi Tantangan Global
Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Kemenag Libatkan Ormas hingga BMKG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:44 WIB

Presiden Prabowo Silaturahmi Ormas Islam di Istana, Bahas Kampung Haji hingga Palestina

Senin, 2 Februari 2026 - 22:07 WIB

Prabowo Segera Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Program Gentengnisasi Nasional

Senin, 2 Februari 2026 - 21:03 WIB

DJKA Cek Kesiapan LRT Jabodebek Jelang Ramadan dan Lebaran 2026

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:58 WIB

OJK Siapkan 8 Aksi Reformasi Pasar Modal demi Penuhi Standar Global

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:01 WIB

Indonesia Raja Nanas Dunia, Produksi Tertinggi Global

Berita Terbaru

Hamparan cacahan kertas mirip uang terlihat memenuhi TPS liar di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Bekasi

Warga Heboh, TPS Liar Bekasi Penuh Cacahan Mirip Uang

Rabu, 4 Feb 2026 - 22:12 WIB