Jakarta, Targetlink.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar serta memenuhi ekspektasi penyedia indeks saham global.
Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat reformasi struktural pasar modal secara berkelanjutan. Upaya tersebut di harapkan membuat pasar modal Indonesia semakin kredibel dan menarik bagi investor.
Delapan rencana aksi tersebut di kelompokkan dalam empat klaster utama, yakni likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi. Pada klaster likuiditas, OJK menetapkan kebijakan baru free float dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik menjadi 15 persen sesuai standar global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Indonesia Raja Nanas Dunia, Produksi Tertinggi Global
Dari sisi transparansi dan tata kelola, memperkuat keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), penguatan data kepemilikan saham, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal. OJK juga mendorong demutualisasi Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari penguatan tata kelola.
Sementara itu, OJK akan mempercepat pendalaman pasar secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, SRO, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.(Lya)
Baca Juga: Sekda Alpian Hadiri Peresmian Ninik Mamak Luhah Pemangku Rajo 2026–2028
Editor : Liya









