MenPPPA Buka Suara soal Bocah SD Ngada, Perlindungan Anak Masih Lemah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MenPPPA Arifah Fauzi menyampaikan pernyataan terkait kasus wafatnya bocah SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

MenPPPA Arifah Fauzi menyampaikan pernyataan terkait kasus wafatnya bocah SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Jakarta, Targetlink.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan wafatnya bocah kelas empat SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, harus menjadi peringatan serius bagi negara. Menurutnya, anak-anak belum sepenuhnya memiliki ruang aman, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Arifah menyatakan anak laki-laki juga memiliki kerentanan yang sering tidak terlihat. Konstruksi sosial kerap membatasi mereka untuk mengekspresikan emosi dan meminta bantuan, sehingga banyak kasus luput dari perhatian sistem perlindungan anak.

Baca Juga :  Viral! Citra Anidya Unggah Momen Lebaran Bareng Chef Juna, Warganet Heboh Soal Agama

Ia menegaskan anak dan remaja laki-laki memiliki hak yang sama untuk mengutarakan keluhan, termasuk persoalan pertemanan dan tekanan di sekolah. Negara, kata Arifah, wajib memastikan setiap anak merasa aman untuk berbicara dan didengarkan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca JugaWarga Heboh, TPS Liar Bekasi Penuh Cacahan Mirip Uang

Menurut Arifah, tragedi di Ngada mencerminkan masih lemahnya sistem perlindungan anak di sejumlah daerah. Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah meninjau ulang implementasi kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) agar berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan nyata anak.

Baca Juga :  Waka Polsek dan Dinas Sosial Titip Bayi ke RSUD

KemenPPPA melalui layanan SAPA 129 telah berkoordinasi dengan UPTD PPPA Kabupaten Ngada untuk pendampingan psikologis, meski terkendala keterbatasan psikolog klinis. Data SIMFONI-PPA mencatat, sepanjang 2025 lebih dari 6.000 anak laki-laki menjadi korban kekerasan fisik, psikis, dan seksual di Indonesia.(Lya)

Baca JugaRapat Kapolda Jambi Bersama Pemprov Bahas Karya Bakti Sosial, Taman Eks MTQ Jadi Prioritas

Editor : Liya

Berita Terkait

Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Cek Jadwal Long Weekend dan Daftar Cuti Bersama Resminya
Viral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya
Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh
Waspada Hantavirus di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus: Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Visual Premium dan Gaming 144Hz
ISA Sebut Pemecatan Ketua PK Golkar Sungai Penuh Inkonstitusional, Peringatkan Ancaman Dualisme Partai
Siskeudes Lumpuh Sepekan di Sungai Penuh, Seluruh Kantor Desa Terganggu, Kerinci Justru Normal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:08 WIB

Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Cek Jadwal Long Weekend dan Daftar Cuti Bersama Resminya

Senin, 11 Mei 2026 - 14:27 WIB

Viral Pesawat Garuda Berputar Lama di Udara India, Ini Penyebab Sebenarnya

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:33 WIB

Bocoran New Honda Vario 160 2026 Muncul, Desain Makin Sporty dan Futuristik Bikin Heboh

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:09 WIB

Mutasi Polri Mei 2026: 23 Kombes Pol Pecah Bintang, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:54 WIB

Xiaomi TV S Mini LED 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Visual Premium dan Gaming 144Hz

Berita Terbaru