Memperinngati Hari Kartini, Bertujuan Mengenang Pahlawan Emansipasi Wanita

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta,TargetLink.id – Setiap tanggal 21 April, diperingati Hari Kartini. Peringatan ini bertujuan mengenang pahlawan emansipasi wanita itu.

Raden Ajeng Kartini (atau R.A. Kartini) lahir di Jepara pada 21 April 1879. Dari keluarga bangsawan. Karena itu, ia bisa sekolah. Masuk Europeesche Lagere School (ELS). Sekolah dasar khusus anak-anak Eropa.

Ia bersekolah hanya sampai usia 12 tahun. Pasalnya, zaman itu, ia terhalang tradisi bahwa perempuan tak boleh sekolah tinggi. Ia pun dipingit.

Tapi Kartini berpikiran jauh. Ia membaca buku serta menulis surat tentang kesetaraan. Tentang pentingnya pendidikan. Juga soal keadilan bagi perempuan.

Pikiran itu menembus dinding rumah pingitan. Bahkan menyeberang benua. Dibaca orang Belanda. Dihimpun menjadi buku.

Buku tersebut dikenal dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kartini akhirnya menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat. Suaminya memberi ruang. Kartini mendirikan sekolah putri. Di Rembang. Tempat itu kini menjadi gedung Pramuka.

Baca Juga :  Tunjukan Komitmen Kesejahteraan Masyarakat, Pemdes Koto Tengah Salurkan BLT dan Bantuan Perlengkapan Sekolah

Usianya pendek. Hanya 25 tahun. Tapi pikirannya panjang. Sampai sekarang.

Tahun 1964, Presiden Soekarno menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini lewat Keppres No. 108. Kartini juga dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Setiap tahun, tanggal itu diperingati dengan upacara, lomba pakaian adat, hingga pameran karya perempuan.

Lebih dari itu peringatan ini menyadarkan kembali bahwa perempuan Indonesia pernah diperjuangkan. Kini, giliran lebih muda meneruskan perjuangan itu.(Liya)

Berita Terkait

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN
Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia
Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”
Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Geser Sejumlah Menteri: Ini Daftar Lengkapnya
Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:12 WIB

KPK Tunggu Kedatangan Nusron Wahid, Untuk Diperiksa Terkait Kasus ATR/BPN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Juara ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 117 Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Prabowo Bangga Lihat Perjuangan Timnas Indonesia, Garuda Tundukkan Thailand dalam Drama Adu Penalti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2

Berita Terbaru