TargetLink.id – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, tindakan ini jelas melanggar hak asasi manusia (HAM).
“Dari sudut pandang HAM, aksi ini tidak bisa di benarkan. Kami mengecam keras tindakan KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air,” ujar Max di Jayapura. Ia juga menyoroti insiden serupa, termasuk penembakan sopir tangki air di Yahukimo dan anggota TNI di Mimika yang menewaskan satu personel.
Max menegaskan, aparat keamanan dan maskapai hadir untuk melayani masyarakat di wilayah terpencil, bukan sebagai musuh. “Sehingga penyerangan terhadap sipil dan aparat jelas tidak manusiawi,” tambahnya. Ia pun. mendukung langkah aparat untuk melindungi warga dan mengimbau masyarakat tetap waspada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Viral Pernyataan PBI JK, Wali Kota Denpasar Jelaskan dan Minta Maaf
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi pelaku. Mereka tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata Batalion Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak.
Meski pelaku sudah di ketahui, pengejaran terkendala kondisi geografis daerah Korowai yang sangat terpencil. “Di perlukan keterampilan dan kesabaran khusus untuk mengidentifikasi sekitar 20 pelaku,” jelas Yusuf.(Jn)
Baca Juga: BMKG Waspadai Hujan Lebat di 6 Provinsi, Masyarakat Di minta Siaga
Editor : Liya









