Jakarta, Targetlink.id – Lonjakan harga minyak dunia kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dari sisi subsidi energi yang bisa membengkak.
Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai kenaikan harga minyak akan meningkatkan beban impor energi. Jika harga minyak dunia terus naik, pemerintah harus menambah anggaran subsidi agar harga BBM dalam negeri tetap terkendali.
Tekanan tersebut tidak hanya berdampak pada fiskal negara. Harga minyak yang melonjak juga berisiko memicu inflasi energi. Kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang bisa ikut mendorong harga kebutuhan pokok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Permendagri Nomor 6 Tahun 2026 Resmi Berlaku, Status ASN dan PPPK Kini Di seragamkan
Jika inflasi meningkat, daya beli masyarakat berpotensi melemah. Kondisi ini dapat menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penyesuaian strategi fiskal dan penguatan penerimaan negara. Kebijakan yang tepat akan membantu menjaga stabilitas APBN sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia.(Lya)
Baca Juga: 14 Drama China yang Baru Saja Tamat dan Masih Fresh, Wajib Masuk Watchlist
Editor : Liya









