Jakarta, Targetlink.id – Upaya menekan biaya logistik nasional kini memasuki babak baru. Di tengah tingginya ongkos distribusi, kereta api justru tampil sebagai solusi efisien yang mulai di andalkan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Selama ini, biaya logistik nasional masih berada di kisaran 15 hingga 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut tergolong tinggi jika di bandingkan dengan standar global. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri terus mencari solusi transportasi yang lebih hemat dan andal.
Salah satu jawabannya adalah kereta api. Selain memiliki kapasitas angkut besar, moda ini juga menawarkan jadwal yang lebih terukur. Dengan demikian, distribusi barang menjadi lebih efisien dan tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi, penggunaan kereta api untuk angkutan barang terus mengalami pertumbuhan. Pada Triwulan I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan barang mencapai 14,94 juta ton. Capaian ini menunjukkan bahwa kereta api semakin di percaya sebagai tulang punggung logistik nasional.
Tidak hanya itu, keunggulan kereta api juga terlihat dari kapasitasnya. Satu rangkaian kereta barang mampu mengangkut hingga ribuan ton dalam satu perjalanan. Bahkan, kapasitas tersebut setara dengan ratusan truk di jalan raya. Akibatnya, penggunaan kereta api dapat mengurangi kemacetan sekaligus menekan kerusakan infrastruktur jalan.
Baca Juga: 30 Ribu Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Operasional Haji 2026 Pekan Pertama Berjalan Lancar
Di sisi lain, tingkat ketepatan waktu angkutan barang kereta api juga tergolong tinggi. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu keberangkatan tercatat di atas 95 persen, sementara kedatangan berada di atas 90 persen. Hal ini menjadikan kereta api sebagai moda logistik yang lebih dapat diandalkan.
Lebih lanjut, PT KAI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan logistik. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas angkut, integrasi antar moda, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Dengan demikian, optimalisasi kereta api tidak hanya mampu menekan biaya logistik. Namun, juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan.(Lya)
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo April 2026: 6 Pejabat Baru Di lantik, Ini Daftar Lengkapnya
Editor : Liya









