Targetlink.id – Hari Perempuan Internasional di peringati setiap 8 Maret di seluruh dunia. Peringatan ini menjadi momen penting untuk menghargai peran perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga politik. Selain itu, momentum ini juga mengingatkan bahwa perjuangan kesetaraan gender masih terus berjalan.
Pada tahun 2026, Hari Perempuan Internasional mengusung tema “Give To Gain”. Tema ini mendorong masyarakat untuk mendukung dan memberdayakan perempuan, karena dukungan terhadap perempuan di yakini akan membawa kemajuan bersama dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Sejarah Hari Perempuan Internasional berawal dari gerakan buruh perempuan pada awal abad ke‑20. Pada tahun 1908, ribuan perempuan di New York menggelar aksi demonstrasi menuntut jam kerja lebih manusiawi, upah layak, dan hak pilih dalam politik. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting perjuangan perempuan secara global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Gempa M5,7 Guncang Lebong Bengkulu 7 Maret 2026, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional kemudian muncul di Konferensi Perempuan Pekerja Kopenhagen 1910, yang diusulkan oleh aktivis Clara Zetkin. Usulan ini mendorong lahirnya peringatan tahunan yang kemudian meluas ke berbagai negara di Eropa dan dunia.
Sejak 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. Hingga kini, peringatan ini menjadi simbol perjuangan global untuk menghapus diskriminasi, memperkuat hak perempuan, dan mendorong terciptanya kesetaraan gender.(Lya)
Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun
Editor : Liya









