Jakarta, Targetlink.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan perkembangan terbaru atas proposal yang telah di sampaikan kepada MSCI Inc dan FTSE Russell. Langkah ini menjadi bagian dari reformasi untuk memperkuat transparansi dan daya saing pasar modal Indonesia.
BEI memastikan sejumlah poin utama telah mendapat respons positif. Salah satunya adalah penguatan keterbukaan data kepemilikan saham dengan ambang batas minimal 1 persen. Kebijakan ini di nilai mampu meningkatkan transparansi serta memberikan kejelasan bagi investor global.
Selain itu, aturan batas minimal free float sebesar 15 persen telah di finalisasi. Regulasi tersebut selanjutnya akan di ajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk memperoleh pengesahan resmi agar dapat segera di terapkan di pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: HUT 69 BCA Hadirkan Promo Besar, Ini Daftar Diskon dan Cara Klaimnya
BEI juga merampungkan metodologi serta standar operasional prosedur (SOP) terkait daftar konsentrasi pemegang saham atau shareholders concentration list. Penyusunan ini bertujuan memastikan tata kelola yang lebih akuntabel dan selaras dengan standar indeks internasional.
Manajemen BEI menegaskan seluruh agenda reformasi berjalan sesuai jadwal. Dengan pembaruan ini, posisi Indonesia di indeks global di harapkan semakin kuat dan mampu menarik aliran investasi asing ke pasar modal domestik.(Lya)
Baca Juga: Sinopsis Mencintai Ipar Sendiri Eps 97 Tayang 21 Februari 2026: Tristan Ungkap Rahasia Ayuna?
Editor : Liya









