Targetlink.id – Nilai tukar rupiah di perkirakan menguat dalam waktu dekat. Hal ini terjadi seiring meredanya potensi gangguan pasokan global yang sebelumnya sempat menekan pasar keuangan.
Pengamat pasar uang menyebutkan, kondisi global yang mulai stabil memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang dan menguat, termasuk rupiah, untuk bergerak positif. Selain itu, pelaku pasar kini lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dunia.
Sebelumnya, kekhawatiran terkait gangguan pasokan global sempat memicu ketidakpastian di pasar. Namun demikian, kondisi tersebut perlahan membaik. Oleh karena itu, tekanan terhadap rupiah di perkirakan akan berkurang.
Di sisi lain, sentimen eksternal juga turut mendukung penguatan rupiah. Misalnya, kebijakan ekonomi dari sejumlah negara besar yang mulai lebih stabil. Bahkan, hal ini memberikan sinyal positif bagi investor global.
Baca Juga: EgyptAir Kedatangan Boeing 737 MAX Pertama, Siap Guncang Rute Internasional
Tidak hanya itu, faktor domestik juga berperan penting. Stabilitas ekonomi Indonesia yang terjaga membuat rupiah tetap menarik di mata investor. Dengan demikian, aliran modal asing berpotensi kembali masuk ke pasar keuangan nasional.
Meski begitu, pelaku pasar tetap di minta waspada terhadap dinamika global yang masih bisa berubah sewaktu-waktu. Sebab, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global masih menjadi faktor risiko.
Secara keseluruhan, prospek rupiah dalam jangka pendek di nilai cukup positif. Jika sentimen global terus membaik, maka peluang penguatan rupiah akan semakin terbuka.(Lya)
Baca Juga: Presiden Prabowo Luncurkan “Indonesia Incorporated” Perkuat Ekonomi Nasional
Editor : Liya










