Surabaya, Targetlink.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Hal itu di sampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 yang di peringati setiap 8 Maret.
Khofifah mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan daerah. Di Jawa Timur, jumlah perempuan mencapai sekitar 21,17 juta jiwa atau lebih dari separuh total penduduk. Potensi tersebut dinilai harus di dukung melalui kebijakan yang melindungi sekaligus memberdayakan perempuan.
Menurutnya, berbagai indikator pembangunan gender di Jawa Timur terus menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) pada 2024 tercatat mencapai 92,19, lebih tinggi di bandingkan rata-rata nasional. Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) juga menurun, yang menandakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, Khofifah mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus di tangani secara serius.
Baca Juga: Hari Perempuan Internasional 2026 Diperingati 8 Maret, Ini Tema dan Sejarah Perjuangannya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program perlindungan perempuan dan anak, seperti penguatan layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Melalui langkah ini, di harapkan perempuan dapat memperoleh perlindungan, kesempatan, dan peran yang lebih luas dalam pembangunan.(Lya)
Baca Juga: Yura Yunita Ungkap Mimpi Tak Tercapai: Ingin Naik Haji Bareng Vidi Aldiano
Editor : Liya









