Etanol 10 Persen Kurangi Sulfur Tinggi BBM Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TargetLink.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencampuran etanol 10 persen dalam bensin mampu mengurangi kandungan sulfur tinggi pada BBM nasional.

“Bilamana dikonversi sebagian dengan bahan bakar alami tentu mengurangi sulfur,” ujar Hanif saat kunjungan kerja ke TPST Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/10).

Hanif menjelaskan, tingginya kadar sulfur dalam BBM menjadi penyebab utama polusi sektor transportasi di Indonesia. Saat ini, sebagian besar produk BBM di Tanah Air masih mengandung sulfur hingga 1.500 ppm, jauh di atas standar Euro V yang hanya membatasi 50 ppm.

Meski demikian, Hanif enggan berkomentar lebih jauh terkait kebijakan mandatori etanol agar tidak menimbulkan polemik antar kementerian.
“Saya tidak menyikapi dulu, takut ada polemik, tapi intinya BBM kita sulfurnya masih tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui campuran etanol 10 persen untuk BBM. Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan impor energi fosil.

Baca Juga :  Menag Ungkap Rencana Nuzulul Qur’an 2026 Digelar di Istana Negara, Ini Tujuannya

Saat ini, Indonesia baru menerapkan campuran etanol 5 persen pada Pertamax Green 95, bahan bakar non-PSO.

Etanol sendiri merupakan energi terbarukan yang di hasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, singkong, dan limbah pertanian. Proyek ini merupakan bagian dari program food estate tebu seluas 500.000 hektare yang menjadi fokus pemerintah.

Kementerian ESDM menargetkan produksi bioetanol dari tebu di Merauke dapat di mulai pada 2027.(Ly)

Berita Terkait

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”
Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Geser Sejumlah Menteri: Ini Daftar Lengkapnya
Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni
Indonesia Menang 2-0, Ini Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru
Pertalite Naik Jadi Rp13.500 Mulai 26 September? Ini Klarifikasi Pertamina dan ESDM
Mutasi Kejaksaan September 2026, Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru di Jampidum
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026, Ini Sejarah dan Tema “Batik Berlayar”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Timnas Indonesia Puncaki Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Lolos ke Final usai Hajar Bangladesh 9-2

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Geser Sejumlah Menteri: Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 27 September 2026 - 14:49 WIB

Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Terus Berinovasi

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Seni

Berita Terbaru