Targetlink.id– iPhone 17 laris di tengah kondisi ekonomi yang suram. Salah satunya terjadi di Rusia, pemesanan awal atau pre-order produk mengalami peningkatan pesat selama akhir minggu kemarin.
Reuters mencatat suku bunganya tertinggi dalam 20 tahun terakhir dan defisit lebih dari 4 triliun rubel sepanjang 2025.
Sebagai informasi, sejak sanksi Barat atas serangan Rusia kepada Ukraina. Apple juga menangguhkan sejumlah layanannya termasuk Apple Pay di Rusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat Rusia tetap menyambut positif kehadiran iPhone 17 yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu. Bahkan laporan dari peritel pihak ketiga, pre-order melonjak lebih dari 60% dari tahun 2024.
“Tahun ini terdapat 66% lebih banyak pre-order dibandingkan tahun lalu,” kata direktur humas Inventive Retail Group sebagai pemilik peritel Restore, Lyudmila Semushina, dikutip dari Reuters, Senin (22/9/2025).
Dia mengatakan Rusia memiliki basis penggemar Apple yang besar.
Misalnya menggunakan FaceTime, karena pemerintah membatasi layanan WhatsApp dan Telegram.
Untuk iPhone 17 sendiri, seorang pembeli Oleg Kochetkov mengatakan ingin beralih ke iPhone 17 Air. Model tersebut jadi yang tertipis dari Apple saat ini.
“Pertimbangan untuk beralih dari HP saya sekarang adalah ke iPhone Air. Ini pembaruan yang signifikan,” jelasnya.
Sementara blogger teknologi Sergei Yepikhin mengatakan akan beralih dari HP Android ke model Pro.
Dia mengharapkan perusahaan lokal dapat mengembangkan solusi untuk pengguna iPhone lebih lancar menggunakan ponselnya.
“Ada banyak fitur baru yang menarik perhatian saya, misalnya kameranya,” kata Yepikhin.
Penulis : Liya
Sumber Berita : CNBC









