Menteri Transmigrasi Mematangkan Pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot Tahun 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jakarta,TargetLink – Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mematangkan pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot yang pendaftarannya direncanakan untuk dibuka pada akhir Mei 2025.

“Rencananya, untuk pendaftarannya akhir Mei, mudah-mudahan, karena kami ingin ini semua prosesnya matang,” ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat ditemui di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa salah satu hal yang tengah difinalisasi adalah terkait anggaran, mengingat Kementerian Transmigrasi baru dihidupkan kembali di era Presiden Prabowo Subianto, sehingga saat ini anggarannya masih berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan sekarang ini pihaknya sedang mengkaji pelaksanaan program tersebut secara mendetail agar anggaran yang disiapkan dapat terserap dengan efektif dan efisien.

Iftitah menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot adalah salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola lahan mereka di kawasan transmigrasi menjadi sumber pendapatan.

Baca Juga :  Kodim 0417/Kerinci Bersama Masyarakat Tanam Pohon di Area Bukit Runcing, Upaya Jaga Kelestarian dan ciptakan Lingkungan Lebih Hijau

Pihaknya pun merancang Program Transmigrasi Patriot sebagai sebuah gerakan nasional bagi anak-anak muda untuk mengikuti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui program beasiswa double degree pada jenjang D4, S1, S2, dan S3, baik di universitas lokal, nasional, maupun luar negeri.

“Kita semua saya rasa sepakat kunci untuk meningkatkan kesejahteraan itu melalui pendidikan,” katanya.

Iftitah menuturkan bahwa misalnya seorang mahasiswa di kawasan transmigrasi Natuna, Kepulauan Riau, yang mengikuti beasiswa Program Transmigrasi Patriot terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan IPB University jurusan Ilmu Kelautan.

“Nanti mereka matrikulasi di IPB dua bulan, kemudian mereka nanti akan belajar pendidikan dengan metode hybrid di Natuna, di kawasan transmigrasi, selama masa pendidikannya,” ucapnya.

Baca Juga :  LAM Komitmen Majukan Adat dan Budaya di Provinsi Jambi.

Ia menyatakan bahwa setelah lulus, para peserta program akan mendapatkan ikatan dinas yang lama periodenya dan kini masih dalam proses pembahasan, antara satu kali masa studi (1N), satu kali masa studi ditambah satu tahun (1N+1), atau dua kali masa studi (2N).

Pihaknya berupaya untuk memastikan agar terdapat off-taker, sehingga setelah lulus dari studi masing-masing para peserta program dapat terserap sebagai angkatan kerja.

Selain beasiswa, Kementrans juga berencana untuk membentuk Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri dari para akademisi lulusan sarjana yang berfokus untuk meneliti potensi yang dapat dikembangkan di masing-masing kawasan transmigrasi.

Tim tersebut juga akan menjadi mentor untuk memberikan pendampingan bagi para peserta Program Transmigrasi Patriot.

“Sementara para Transmigran Patriot itu nanti akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat kepada masyarakat lokal,” kata Iftitah.

Editor: Liya

Berita Terkait

Influenza A Jadi Sorotan, Kemenkes Sebut H1N1Pdm09 Paling Banyak Ditemukan
Desil Keluarga Berubah, KIP Kuliah Apakah Bisa Dicabut? Simak Penjelasannya
Pensiunan PNS Dapat 2 Penghasilan Tambahan Selain Gaji Bulanan, Ini Syarat Penting dari Taspen
Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan! Adhisty Zara Tiba-Tiba Unggah Foto Pernikahan, Publik Langsung Heboh
Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Putusan MK soal IKN Ternyata Bukan Akhir, Ini Fakta Pentingnya
Satgas PKH Beri Pengakuan Mengejutkan di HUT ke-43 BPKP, Ini Peran Besarnya untuk Negara
Reformasi Polri Menguat, Kompolnas Diusulkan Punya Kuasa Eksekusi dan Investigasi
Apakah Benar BPJS Kesehatan Mengalami Kenaikan? Ini Penjelasannya
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:56 WIB

Influenza A Jadi Sorotan, Kemenkes Sebut H1N1Pdm09 Paling Banyak Ditemukan

Kamis, 17 September 2026 - 22:12 WIB

Desil Keluarga Berubah, KIP Kuliah Apakah Bisa Dicabut? Simak Penjelasannya

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:09 WIB

Pensiunan PNS Dapat 2 Penghasilan Tambahan Selain Gaji Bulanan, Ini Syarat Penting dari Taspen

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan! Adhisty Zara Tiba-Tiba Unggah Foto Pernikahan, Publik Langsung Heboh

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:18 WIB

Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Putusan MK soal IKN Ternyata Bukan Akhir, Ini Fakta Pentingnya

Berita Terbaru