Jakarta, Targetlink.id – Kasus campak kembali meningkat di Indonesia dan menjadi perhatian serius di sektor kesehatan. Pada Rabu, 4 Maret 2026, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa virus campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada orang yang belum memiliki kekebalan atau belum menerima vaksin.
Virus campak menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan bahkan bisa terjadi hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita. Para ahli menyebut hingga 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan berpotensi tertular jika terpapar virus ini.
Gejala campak biasanya di awali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Beberapa hari kemudian muncul ruam merah di kulit yang biasanya di mulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Meski terlihat seperti penyakit biasa, campak bisa memicu komplikasi serius jika tidak segera di tangani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan CSR Rp10 Juta
Dalam beberapa kasus, campak dapat menyebabkan radang paru-paru, infeksi telinga, hingga radang otak yang berbahaya. Anak-anak, balita, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi tersebut.
Karena itu, tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak pada anak di lakukan secara lengkap. Vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko wabah yang lebih luas.(Lya)
Baca Juga: Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Layanan Kesehatan
Editor : Liya









