BMKG: Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Tiba Lebih Awal, Puncaknya di Agustus – Apa Dampaknya?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan prakiraan musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan mencapai puncak pada Agustus.

Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan prakiraan musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan mencapai puncak pada Agustus.

Jakarta, Targetlink.id – Rabu, 4 Maret 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan musim kemarau 2026 yang di prediksi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Pergeseran ini di pengaruhi oleh berakhirnya La Niña dan transisi menuju kondisi iklim netral pada awal tahun.

BMKG memprediksi sekitar 46 persen Zona Musim (ZOM) akan memasuki periode kering lebih cepat dari rata-rata klimatologis. Sejumlah daerah di perkirakan mulai mengalami penurunan curah hujan sejak April hingga Juni 2026. Kondisi ini membuat musim kemarau maju di banding pola normal tahunan.

Baca Juga :  Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Kemenag Libatkan Ormas hingga BMKG

Puncak musim kemarau di perkirakan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, curah hujan di banyak wilayah berada di bawah normal. Situasi ini berpotensi memicu kekeringan, terutama di daerah pertanian tadah hujan dan wilayah dengan cadangan air terbatas.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Tak Hanya K-Pop, Korea Selatan Kini Jadi Surga Wisata Halal di Asia Timur

BMKG juga mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat saat memasuki puncak kemarau. Minimnya hujan dan suhu udara yang lebih tinggi dapat memperburuk kualitas udara di sejumlah daerah. Pemerintah daerah di minta memperkuat mitigasi dan pengawasan titik panas sejak dini.

Baca Juga :  OJK Siapkan 8 Aksi Reformasi Pasar Modal demi Penuhi Standar Global

BMKG mengimbau masyarakat, petani, dan pelaku usaha menyesuaikan pola tanam serta pengelolaan sumber daya air. Antisipasi lebih awal di nilai penting agar dampak musim kemarau 2026 bisa ditekan. Informasi terbaru dapat di pantau melalui kanal resmi BMKG.(Lya)

Baca JugaComeback Spektakuler! BTS Rilis Album “Arirang” dengan 14 Lagu Baru Rayakan 12 Tahun Karier

Editor : Liya

Berita Terkait

Ojol The Game Meledak di Play Store, Ini Kode Redeem Terbaru yang Bikin Pemain Serbu!
Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire dan FC Mobile Hari Ini Bikin Auto Sultan, Masih Aktif?
Saham BBCA dan BBRI Cs Tiba-Tiba Ambruk, Investor Dibuat Panik! Ini Penyebabnya
IHSG Ditutup Anjlok 4,57 Persen, Pasar Saham RI Diguncang Tekanan Besar
Rumput Laut Superfood Lautan: Kaya Nutrisi dan Peluang Bisnis Menjanjikan
Kerupuk Kulit Gurih Renyah, Cemilan Tradisional Favorit Sepanjang Masa
Rahasia Malam Lailatul Qadar 2026 Mulai Terkuak, Benarkah Jatuh 16 Maret? Ini Perkiraannya!
Gol Kilat Buka Keunggulan Gamba Osaka vs Ratchaburi di Perempat Final AFC Champions League Two
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:18 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Tiba Lebih Awal, Puncaknya di Agustus – Apa Dampaknya?

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:56 WIB

Ojol The Game Meledak di Play Store, Ini Kode Redeem Terbaru yang Bikin Pemain Serbu!

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:35 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire dan FC Mobile Hari Ini Bikin Auto Sultan, Masih Aktif?

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:42 WIB

Saham BBCA dan BBRI Cs Tiba-Tiba Ambruk, Investor Dibuat Panik! Ini Penyebabnya

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:21 WIB

IHSG Ditutup Anjlok 4,57 Persen, Pasar Saham RI Diguncang Tekanan Besar

Berita Terbaru